Tingkatkan Penemuan dan Klasifikasi Data Anda dengan Forcepoint

Jika Anda bertanggung jawab untuk mengamankan data di seluruh organisasi, kemungkinan besar Anda sering terjaga memikirkan empat pertanyaan besar ini:

  • Data apa yang perlu dilindungi?
  • Di mana data tersebut berada?
  • Siapa yang memiliki akses ke data tersebut?
  • Mengapa mereka memiliki akses ke data tersebut?

Benar-benar seperti kuis mendadak yang menakutkan!

Mengelola lalu lintas digital yang terus berubah dalam sebuah perusahaan berarti harus terus mengawasi campuran sehat dari data yang diatur, kekayaan intelektual, dan informasi sensitif. Ini adalah proses yang melelahkan namun sangat penting bagi setiap organisasi.

Inilah alasan mengapa Forcepoint memiliki misi untuk mempercepat penemuan dan klasifikasi data. Kami percaya bahwa proses mengidentifikasi, menilai, dan mengklasifikasikan data adalah bagian penting dalam menjaga keamanannya. Dan kami percaya bahwa proses ini seharusnya sesederhana – dan seefektif – mungkin.

Saat menyusun strategi penemuan data, penting untuk menyoroti dark data dalam organisasi Anda. Ini adalah file data lama, usang, dan tidak relevan yang sudah tidak lagi dibutuhkan. Meskipun banyak organisasi cenderung menyimpan semua data demi meminimalkan risiko, kenyataannya menyimpan segalanya justru meningkatkan risiko tersebut. Mengidentifikasi data yang Redundant, Obsolete and Trivial (ROT) bisa menjadi langkah awal yang baik.

Penemuan dan Klasifikasi Data – Kepatuhan, Sekaligus Mengurangi Risiko Kebocoran Data

Saat ini ada lebih dari 160 undang-undang privasi data global yang berlaku di seluruh dunia, dan jumlah ini terus bertambah. Peraturan ini mengatur bagaimana organisasi lokal maupun multinasional harus menangani dan menyimpan data sensitif seperti catatan keuangan atau informasi pribadi yang dapat diidentifikasi.

Semakin banyak negara tempat organisasi Anda beroperasi, semakin rumit dan terjalinlah keamanan serta kepatuhan data. Ditambah lagi dengan terus bertambahnya data terstruktur dan tidak terstruktur – seperti informasi sensitif, data yang diatur, dan kekayaan intelektual – masalah ini menjadi semakin kompleks.

Penemuan dan klasifikasi data memberi perusahaan kendali terhadap data yang mereka butuhkan untuk diamankan. Metodologi ini memungkinkan praktisi keamanan untuk menemukan data di berbagai file dan aplikasi, sekaligus menerapkan label seperti publik, internal, atau rahasia – dan meningkatkan visibilitas dalam prosesnya. Meningkatkan visibilitas data juga membuka jalan untuk mengurangi risiko kebocoran data. Anda tidak bisa mengamankan data yang tidak bisa Anda lihat.

Alat Penemuan dan Klasifikasi Data yang Efektif Membantu Mengatasi Kasus Penggunaan Berikut:

  • Menemukan data yang ada di lokasi fisik (on-premises) dan di cloud
  • Melihat siapa saja yang memiliki akses ke data tersebut dan menilai risikonya secara individual
  • Memisahkan data ROT dari data penting seperti kekayaan intelektual
  • Memahami dan mengkatalog berbagai macam jenis file dan bidang data
  • Mengklasifikasikan data secara akurat dan berkelanjutan dalam skala besar

Alat Penemuan dan Klasifikasi Data Forcepoint Memimpin dengan Bantuan AI

Alat penemuan dan klasifikasi data harus dapat menjawab keempat pertanyaan utama tadi. Jika tidak bisa, maka seluruh strategi keamanan data Anda berisiko tidak efektif karena Anda tidak bisa melindungi data yang tidak Anda ketahui keberadaannya.

Data Security Posture Management (DSPM) memungkinkan perusahaan untuk menemukan, mengklasifikasikan, dan mengatur data guna menemukan dan merespons risiko secara hampir real-time. Dengan otomatisasi bertenaga AI, organisasi dapat secara proaktif mengurangi risiko dan mempertahankan kepatuhan, memindai lebih dari 300 file per detik – hingga 1 juta file per jam – dan mengklasifikasikannya dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Forcepoint DSPM (dengan teknologi dari Getvisibility) menggunakan pembelajaran mesin, kecerdasan buatan, dan model bahasa besar (LLM) untuk mempercepat proses penemuan dan klasifikasi ini, memberikan organisasi visibilitas total terhadap data mereka dan kendali penuh atas setiap file. Model pembelajaran mesin terus meningkatkan akurasi dan efisiensi seiring waktu, memungkinkan organisasi mengatasi perluasan data yang membuat proses penemuan dan klasifikasi begitu sulit dipertahankan.

AI secara signifikan meningkatkan akurasi klasifikasi dan penemuan melalui model AI berdimensi 50 yang dilatih menggunakan data dan file unik milik organisasi, serta LLM yang dilatih menggunakan data sintetis. Hasilnya adalah klasifikasi yang sangat akurat yang tidak bisa dicapai hanya dengan kamus istilah atau regex, yang merupakan metode umum dari sebagian besar alat klasifikasi yang ada saat ini.

Forcepoint DSPM Mendukung Zero Trust dan Efisiensi Tinggi

Forcepoint DSPM membantu mendukung pendekatan Zero Trust dengan mengidentifikasi izin pengguna dan menyesuaikan akses berlebih pada file. Ini juga mengurangi data ROT yang dapat menyebabkan lebih banyak positif palsu, risiko exfiltrasi data, serta pemborosan sumber daya yang terbatas.

DSPM memberikan gambaran menyeluruh terhadap data Anda, memungkinkan penemuan data yang lebih ramping dan cepat tanpa mengorbankan efektivitas.

DSPM mengklasifikasikan data di seluruh organisasi dalam lebih dari 70 jenis file. Ia terus meningkatkan akurasi klasifikasi dengan menggunakan AI untuk mengevaluasi lebih banyak jenis file dengan presisi dan efisiensi yang lebih tinggi. DSPM memungkinkan klasifikasi data dalam skala besar, dan bila dikombinasikan dengan kebijakan DLP siap pakai dari Forcepoint, membantu perusahaan lebih mudah memenuhi persyaratan regulasi dengan kepatuhan out-of-the-box.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!