Dalam dunia yang sempurna, satu-satunya ancaman terhadap keamanan data hanyalah flashdisk yang rusak.
Namun, kenyataannya jauh berbeda. Sangat sulit untuk melacak semua ancaman terhadap keamanan data, terutama di era kerja jarak jauh dan penggunaan aplikasi berbasis cloud yang terus meningkat—di mana data dapat berada di mana saja dan pekerjaan dapat dilakukan dari mana saja.
Jadi, di mana sebaiknya Anda memfokuskan perhatian untuk mencakup ancaman terbanyak? Kami telah mengidentifikasi daftar pendek ancaman keamanan data paling umum yang dapat menjadi dasar strategi keamanan data yang efektif:
- Malware
- Rekayasa sosial (social engineering)
- Ancaman dari dalam (insider threats)
- Shadow IT
- Serangan rantai pasok (supply chain attacks)
- Kerentanan pihak ketiga
- Kerentanan keamanan cloud
Ancaman Utama terhadap Keamanan Data
Penting untuk melindungi data dari semua ancaman. Namun, ada empat pilar utama yang dapat dijadikan panduan dalam menyusun strategi yang komprehensif:
- Malware
Kita semua pernah melihat berita utama tentang malware yang menghentikan operasional dan membahayakan data sensitif. Salah satu jenis yang paling merusak adalah ransomware, yang menyandera informasi penting hingga korban membayar tebusan kepada penyerang.
Malware biasanya disebarkan melalui email atau situs web yang telah disusupi. Gunakan Secure Web Gateway (SWG) untuk memantau lalu lintas internet dan mencegah akses ke konten yang tidak dikenal atau berisiko. Pertimbangkan juga menggunakan Remote Browser Isolation (RBI) agar karyawan bisa membuka situs web berisiko di lingkungan virtual yang aman—cocok untuk industri asuransi dan keuangan.
- Rekayasa Sosial (Social Engineering)
Jenis serangan ini memanfaatkan psikologi, bukan celah teknis. Penyerang memanipulasi individu dalam organisasi untuk mendapatkan akses ke data terbatas. Bentuk yang paling umum adalah phishing, yaitu pesan yang tampak sah tapi sebenarnya bertujuan mencuri kredensial atau menginstal malware.
Selain RBI untuk mengamankan situs mencurigakan, gunakan DLP untuk Email agar karyawan tidak membagikan data sensitif saat menjadi target serangan phishing.
- Ancaman dari Dalam (Insider Threats)
Karyawan, kontraktor, konsultan, atau mitra bisa menjadi ancaman dari dalam, baik karena sengaja mencuri kekayaan intelektual atau tanpa sengaja membocorkan informasi penting. Menangani ancaman ini tanpa terlalu mengawasi karyawan bisa menjadi tantangan besar, terutama tanpa sistem otomatis untuk deteksi ancaman.
Tingkatkan sistem DLP Anda dengan Risk-Adaptive Protection, yang memanfaatkan analisis perilaku otomatis untuk mendeteksi dan menangani aktivitas berisiko secara real-time.
- Shadow IT
Shadow IT terjadi saat karyawan menggunakan aplikasi yang tidak disetujui perusahaan untuk bekerja, tanpa sepengetahuan manajemen.
Sulit melindungi data jika Anda tidak tahu di mana dan bagaimana data digunakan. Gunakan Cloud Access Security Broker (CASB) untuk mengetahui aplikasi cloud apa yang digunakan dan memperluas jangkauan kebijakan DLP ke aplikasi-aplikasi tersebut.
Ancaman dan Kerentanan Keamanan Data Lanjutan
Setelah organisasi memiliki perlindungan terhadap ancaman utama di atas, mereka dapat mulai memperhatikan jenis ancaman lainnya:
Serangan Rantai Pasok
Penyerang dapat menyusupi perangkat lunak atau perangkat keras sebelum produk tersebut dikirim oleh vendor tepercaya atau bahkan saat sedang digunakan. Mereka bisa mengeksploitasi celah dalam pembaruan perangkat lunak, komponen perangkat keras, dan lainnya. Pastikan vendor Anda memiliki sistem keamanan yang ketat sebelum berbagi data sensitif.
Kerentanan Pihak Ketiga
Jika organisasi pihak ketiga memiliki celah keamanan, dan mereka memiliki akses ke data Anda atau terintegrasi dengan sistem Anda, itu bisa menjadi celah masuk bagi penyerang. Flaw dalam pustaka (library) atau API mereka bisa membahayakan data Anda. Pantau strategi keamanan vendor dan mitra Anda secara berkala, terutama untuk respons terhadap kerentanan baru.
Kerentanan Keamanan Cloud
Peretas dapat mengeksploitasi celah pada titik koneksi antara jaringan organisasi dan aplikasi cloud, tanpa harus menembus sistem internal. Misconfigurations (pengaturan yang salah) dan API yang tidak aman adalah penyebab umum kerentanan cloud yang bisa menyebabkan kebocoran data.
Data Security Everywhere: Solusi untuk Mendukung Kerja Aman dari Mana Saja
Hindari kebocoran data dan permudah kepatuhan dengan pendekatan Data Security Everywhere dari Forcepoint. Pendekatan ini berfokus pada lima aspek utama:
- Melindungi cloud, endpoint, dan perangkat BYOD (Bring Your Own Device)
- Penemuan dan klasifikasi data berbasis AI
- Perluasan DLP ke email
- Risk-Adaptive Protection untuk otomatisasi real-time
- Perlindungan pengguna dan data di web
Dengan solusi yang tepat untuk mencakup kelima area ini, Anda dapat memastikan data sensitif terlindungi secara menyeluruh di setiap tahap siklus hidupnya. Kabar baiknya, Anda tidak perlu memperluas tim keamanan atau meningkatkan biaya operasional. Data Security Everywhere menyediakan manajemen kebijakan terpadu yang sederhana, memungkinkan penerapan kebijakan di semua kanal hanya dengan beberapa klik.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
