Karyawan berinteraksi dengan data bisnis yang sensitif di mana pun mereka bekerja—baik secara jarak jauh, di kantor, atau kombinasi keduanya.
Memiliki keamanan data di cloud adalah hal yang sangat penting, terutama dalam industri di mana kekayaan intelektual dan data sensitif memiliki nilai tinggi, seperti farmasi atau keuangan. Namun, melindungi data memerlukan keseimbangan yang tepat; Anda tidak ingin memblokir semuanya.
Menerapkan sistem dan kebijakan keamanan yang tepat adalah seperti berjalan di atas tali: perusahaan harus memungkinkan produktivitas sambil tetap melindungi data. Meskipun banyak faktor yang perlu diperhitungkan, cara Anda mengamankan data di cloud bisa diringkas dalam beberapa pertanyaan sederhana berikut:
- Apa saja yang boleh dilakukan pengguna terhadap data, dan bagaimana Anda menegakkan aturan tersebut saat ini?
- Aplikasi cloud mana yang boleh menangani jenis data tertentu, dan mana yang tidak boleh menyimpan data sensitif?
- Bagaimana Anda mengelola kebijakan keamanan data saat ini?
Mengajukan pertanyaan yang tepat hanyalah awal dari perjalanan keamanan data Anda—dan kami siap membantu Anda menemukan jalan terbaik ke depan. Berikut beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan.
Apa Risiko Terbesar terhadap Keamanan Data di Cloud?
Penting untuk mempertimbangkan apa yang bisa terjadi jika Anda tidak memiliki sistem yang memadai untuk mengamankan data di cloud. Tanpa itu, perusahaan Anda tidak memiliki pembatas yang mengatur bagaimana pengguna berinteraksi dengan data dan bagaimana aplikasi cloud menangani data.
Semakin banyak data bisnis yang diakses karyawan melalui cloud, semakin besar pula risiko terhadap kekayaan intelektual dan informasi sensitif perusahaan Anda. Menyediakan sistem yang tepat bukan hanya soal mencegah penjahat siber masuk. Keamanan data adalah tentang memungkinkan karyawan Anda bekerja dari mana saja di dunia pasca-pandemi ini.
Berikut adalah beberapa risiko keamanan data di cloud yang perlu Anda ketahui agar Anda bisa lebih baik dalam melindungi rahasia, inovasi, dan kepercayaan pelanggan Anda:
- Shadow IT: Ketika karyawan mengunduh aplikasi tanpa izin manajemen, mereka bisa mengakses data perusahaan secara tidak sah atau membuka celah keamanan.
- Ancaman dari Dalam (Insider Threat): Karyawan, kontraktor, konsultan, dan mitra bisa menjadi ancaman internal, baik dengan sengaja mencuri kekayaan intelektual maupun secara tidak sengaja membagikan informasi sensitif.
- Eksposur Tidak Sengaja: Seorang karyawan bisa saja meninggalkan laptop atau ponsel yang tidak terkunci di tempat umum, memungkinkan orang lain melihat dan mengambil informasi terbatas.
- Akun yang Disusupi (Account Compromise): Akun yang diretas dapat digunakan untuk mengakses data perusahaan di cloud, berpotensi menyebabkan kebocoran data yang mengganggu operasional dan merusak kepercayaan publik.
- Kehilangan/Pencurian Perangkat: Perangkat BYOD (Bring Your Own Device) bisa dengan mudah hilang saat bepergian atau dalam kehidupan sehari-hari, membuat data sensitif di cloud jatuh ke tangan yang salah.
- Kesalahan Konfigurasi Cloud: Penjahat siber dapat menemukan celah di titik integrasi antara jaringan organisasi dan aplikasi cloud, lalu mengeksploitasinya untuk mengakses data sensitif tanpa harus melewati keamanan internal jaringan.
Setelah Anda menilai risiko terhadap data cloud Anda, langkah selanjutnya adalah mentransformasi bisnis Anda—dengan aman dan efisien.
Cara Menegakkan Keamanan Data di Cloud
Mengamankan semua data Anda di cloud bisa terasa rumit. Usahakan untuk menyederhanakan proses ini di seluruh aplikasi cloud dan perangkat (baik yang dikelola maupun tidak) dengan mengkonsolidasikan kebijakan menjadi satu set aturan terpadu.
Salah satu caranya adalah dengan memperluas Data Loss Prevention (DLP) ke cloud melalui Cloud Access Security Broker (CASB). Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan banyak sistem dan sinkronisasi manual, yang merupakan hambatan besar dalam adopsi cloud.
Ketergantungan pada aplikasi cloud seharusnya tidak menjadi beban. Karyawan Anda tetap produktif dengan bekerja menggunakan data, dan mereka membutuhkan akses cepat ke data penting bisnis dari mana saja.
Ketika perusahaan Anda semakin bergantung pada aplikasi cloud, kami tekankan betapa pentingnya memperluas kebijakan DLP dari perangkat hingga aplikasi cloud melalui CASB. Pendekatan ini memberikan kontrol real-time dan inline untuk setiap aplikasi SaaS yang Anda gunakan—atau rencanakan untuk digunakan. Ini sangat berguna dalam menangani shadow IT, menjaga visibilitas terhadap ancaman dari dalam, dan melindungi data sensitif dari penyusupan akun atau pencurian perangkat.
Keamanan Data di Cloud bersama Forcepoint
Memperluas Forcepoint DLP ke aplikasi cloud merupakan bagian dari strategi Data Security Everywhere kami.
Sederhanakan kepatuhan dan cegah pelanggaran di seluruh perusahaan Anda dengan pendekatan menyeluruh untuk mengamankan informasi sensitif, di mana pun data tersebut berada. Hal ini dicapai dengan fokus pada lima area utama:
- Mengamankan cloud, perangkat endpoint, dan perangkat BYOD
- Penemuan dan klasifikasi data berbasis AI
- Memperluas DLP ke email
- Perlindungan adaptif berbasis risiko untuk otomatisasi secara real-time
- Melindungi pengguna dan data saat menjelajah web
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
