9 Praktik Terbaik Keamanan Data untuk Mencegah Kebocoran

Hampir setiap hari kita melihat berita utama tentang kebocoran data. Yang paling disayangkan adalah bahwa banyak dari insiden ini sebenarnya dapat dicegah.

Meski urgensi untuk melindungi informasi sensitif semakin tinggi, saat ini juga merupakan waktu terbaik untuk menerapkan praktik keamanan data. Teknologi canggih membuat penerapan praktik terbaik keamanan data menjadi lebih mudah—dan jika dilakukan dengan benar, tidak akan mengganggu rutinitas harian karyawan.

Berikut adalah 9 praktik terbaik keamanan data yang dapat digunakan organisasi Anda untuk mencegah kebocoran:

  1. Pelatihan Kesadaran Karyawan

Pelatihan keamanan siber yang efektif harus mengikuti perkembangan ancaman dan risiko terkini.

Apakah karyawan Anda tahu data apa yang bisa diakses dari perangkat yang tidak dikelola? Apakah mereka tahu cara aman memberikan akses ke aplikasi web pribadi untuk kontraktor? Mendidik tenaga kerja tentang kebersihan keamanan data mempermudah penerapan teknologi dan kebijakan baru di masa mendatang.

  1. Penemuan dan Klasifikasi Data

Anda tidak bisa melindungi apa yang tidak Anda ketahui. Di tengah jumlah data yang mencapai petabyte, menemukan dan mengklasifikasikan data secara manual menjadi tantangan besar.

Kecerdasan buatan (AI) dapat mengotomatiskan proses ini, memungkinkan organisasi melakukan penemuan data secara berkelanjutan dengan klasifikasi yang semakin akurat seiring waktu.

  1. Menghilangkan Shadow IT

Jika pengguna menyimpan data di luar pengawasan Anda, hampir mustahil untuk mengamankannya.

Teknologi Cloud Access Security Broker (CASB) membantu organisasi menjaga kendali atas data di lebih dari 800.000 aplikasi dan memperluas kebijakan keamanan yang ada ke cloud hanya dengan beberapa klik.

  1. Menggunakan Autentikasi Multi-Faktor (MFA)

Autentikasi Multi-Faktor sudah menjadi standar umum. Setelah mengetahui aplikasi cloud apa yang digunakan dalam organisasi, pastikan setiap pengguna mengaktifkan MFA agar kredensial yang bocor tidak menyebabkan kebocoran data.

  1. Mematuhi Regulasi Regional dan Industri

Peraturan seperti HIPAA atau GDPR bukan sekadar formalitas, melainkan juga panduan praktik keamanan data.

Dengan menerapkan kebijakan keamanan data yang sudah dirancang sebelumnya—seperti lebih dari 1.700 kebijakan bawaan di Forcepoint DLP—organisasi bisa:

  • Memastikan data dilindungi sesuai standar tertinggi.
  • Menghemat waktu dari pengaturan kebijakan manual.
  1. Memantau Ancaman dari Dalam (Insider Threats)

Model Zero Trust hanya memberikan akses data minimum yang dibutuhkan pengguna. Namun, bagaimana jika perilaku pengguna berubah?

Insiden dari dalam bisa terjadi karena kesalahan atau niat buruk, dan sulit dikenali sebelumnya. Solusi seperti RAP memungkinkan kebijakan berubah secara real-time untuk:

  • Mendidik pengguna yang melakukan kesalahan.
  • Memblokir pelaku yang berpotensi berbahaya.
  1. Mencegah Pencurian Data lewat Email Keluar

Email tetap menjadi saluran nomor satu pencurian data.

Solusi seperti DLP for Email memperluas perlindungan data ke saluran email, menambahkan kontrol ketat di atas platform seperti Microsoft 365 Exchange dan Google Workspace, sehingga mencegah kebocoran lewat email keluar.

  1. Melindungi Pengguna dan Data di Web

Penelusuran web dapat menghadirkan berbagai risiko—terutama di sektor seperti keuangan yang perlu mengakses situs berisiko tinggi.

Teknologi seperti Secure Web Gateway memperluas kebijakan keamanan ke aktivitas penelusuran web, dan bila dikombinasikan dengan Remote Browser Isolation (RBI)—yang membuka situs dalam wadah terpisah—maka dapat menciptakan pertahanan berlapis yang sangat kuat.

  1. Menyatukan Perlindungan Data di Cloud, Endpoint, dan BYOD

Tema utama dari semua ini adalah cakupan maksimal dan pengelolaan yang konsisten.

Platform seperti Forcepoint ONE memungkinkan organisasi menerapkan satu kebijakan keamanan ke seluruh lingkungan—cloud, web, email, endpoint—dalam beberapa klik saja. Platform ini juga mendukung perangkat yang dikelola dan tidak dikelola (BYOD), sehingga data tetap aman di mana pun dan bagaimana pun pengguna mengaksesnya.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!