Forcepoint DSPM vs Varonis: Perlindungan Data Lebih Pintar dalam Skala Besar

Jika organisasi mengandalkan informasi sensitif untuk tetap kompetitif — dan kebanyakan perusahaan memang demikian — maka informasi tersebut juga harus tetap terlindungi dari paparan, penyalahgunaan, atau pelanggaran peraturan. Melindungi data dalam skala besar membutuhkan lebih dari sekadar solusi keamanan reaktif. Untuk menjaga kepatuhan dan mencegah kebocoran data, perusahaan harus secara aktif melihat dan mengendalikan data mereka guna meminimalkan risiko.

Solusi Data Security Posture Management (DSPM) dirancang untuk memperkuat keamanan dan melindungi organisasi dari risiko data, namun tidak semua solusi menawarkan hasil investasi (ROI) yang setara. Varonis menyediakan solusi DSPM yang relatif mahal dan kompleks, sedangkan Forcepoint DSPM mengambil pendekatan berbeda: menggabungkan penemuan data dengan remediasi bawaan, pemantauan kepatuhan berkelanjutan, dan integrasi mulus dalam satu platform keamanan data terpadu — menghasilkan perlindungan yang lebih kuat dengan beban yang lebih rendah dan ROI yang lebih tinggi.


🔍 1. Melengkapi Visibilitas Data dengan Remediasi Asli

Mengetahui lokasi data sensitif hanyalah langkah awal dalam mengurangi risiko dengan efektif. Tanpa kemampuan remediasi, visibilitas saja tidak cukup.

  • Varonis dapat menunjukkan data yang berisiko, tetapi sering membutuhkan add-on tambahan untuk tindakan perbaikan, sehingga menambah biaya dan kompleksitas.

  • Tantangan semakin besar ketika organisasi memigrasi dari Varonis versi on-premise ke versi SaaS karena aturan klasifikasi, alur kerja remediasi, dan kebijakan yang ada tidak otomatis ikut, sehingga harus dibuat ulang secara manual.

Sebaliknya, Forcepoint DSPM menyediakan kemampuan seperti deduplikasi, manajemen izin, karantina, pengarsipan, dan penghapusan secara langsung tanpa modul tambahan. Ini berarti tindakan nyata dapat dilakukan segera setelah risiko terdeteksi.


2. Kepatuhan & Tata Kelola yang Lebih Cepat

Deteksi cepat terhadap perilaku berisiko sangat penting untuk menjaga kepatuhan. Penundaan deteksi bisa berakibat denda regulator atau kerusakan reputasi.

  • Forcepoint DSPM memantau aktivitas secara terus-menerus dan memberikan alert segera saat kebijakan dilanggar.

  • Varonis sering kali mengharuskan tim mengelola alur kerja atau membeli layanan tambahan sebelum bisa merespons, yang bisa menciptakan keterlambatan berbahaya.


3. Keamanan Terpadu untuk Sistem Hybrid dan Legacy

Perusahaan menginginkan perlindungan yang bisa berkembang bersama mereka, baik data di cloud, on-prem, maupun sistem lama.

  • Varonis kini mendorong pelanggan untuk beralih sepenuhnya ke model SaaS — yang dapat meninggalkan gap perlindungan terutama pada sistem lama dan endpoint.

  • Forcepoint DSPM hadir sebagai bagian dari Forcepoint Data Security Cloud, yang menggabungkan DSPM dengan DLP (Data Loss Prevention) dan DDR (Data Detection & Response), sehingga dapat melindungi data di endpoint, cloud, dan on-prem dari satu konsol terpadu.


4. AI yang Lebih Cerdas & Disesuaikan

Peran kecerdasan buatan (AI) semakin penting untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data sensitif.

  • Varonis menggunakan AI dengan templat kepatuhan pra-buat.

  • Forcepoint DSPM menggunakan “AI Mesh” yang bisa dilatih terhadap lingkungan data spesifik organisasi, sehingga lebih akurat — misalnya mengenali kode transaksi eksklusif untuk bank tertentu atau pola desain sensitif dalam perusahaan manufaktur.


5. Kepemimpinan dan Pengalaman Industri

Forcepoint memiliki pengalaman panjang menyediakan perlindungan data untuk industri yang sangat teregulasi — terutama dalam Data Loss Prevention — dan kini kemampuan tersebut diperkuat dengan integrasi DSPM.


Kesimpulan: Pilih Platform yang Siap untuk Masa Depan

DSPM kini menjadi komponen penting dalam perlindungan data modern. Agar efektif, teknologi ini harus mampu:

✔️ Menyediakan visibilitas serta remediasi
✔️ Menjaga kepatuhan secara real-time
✔️ Menghadapi kompleksitas lingkungan hybrid
✔️ Mengadaptasi diri dengan kondisi data organisasi

Forcepoint DSPM menawarkan kedalaman kemampuan yang lebih luas dibandingkan Varonis, termasuk remediasi bawaan, penegakan real-time, AI yang disesuaikan, dan integrasi dengan solusi DLP terkemuka — semua dalam satu platform yang lebih hemat biaya dan mencakup perlindungan lintas cloud, endpoint, dan on-prem.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan  Forcepoint indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi Forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!