Forcepoint Akuisisi Getvisibility, Memperluas Keamanan Data dan Visibilitas Risiko Berbasis AI

Pemimpin global di bidang keamanan data, Forcepoint, hari ini mengumumkan bahwa perusahaan telah menandatangani perjanjian definitif untuk mengakuisisi Getvisibility, sebuah inovator dalam Data Security Posture Management (DSPM) dan Data Detection and Response (DDR) berbasis kecerdasan buatan (AI).

Akuisisi ini memperkuat kemampuan platform Data Security Everywhere milik Forcepoint yang menyatukan visibilitas dan kontrol atas data sensitif, sementara Getvisibility meningkatkan kemampuan pengguna untuk mengidentifikasi dan mengurangi risiko data. Integrasi ini diharapkan menyederhanakan manajemen keamanan, memperkuat mitigasi risiko, dan mempercepat kepatuhan bagi pelanggan di sektor perusahaan besar dan pemerintahan.

Perjanjian tersebut dibangun berdasarkan kemitraan sukses selama beberapa tahun terakhir, dengan integrasi lebih dalam visibilitas risiko dan kemampuan remediasi berbasis AI dari Getvisibility ke dalam solusi keamanan data Forcepoint yang mencakup seluruh siklus hidup data. Dengan menguatkan interoperabilitas antara kemampuan DSPM dan DDR dari Getvisibility dengan arsitektur Data Security Everywhere, Forcepoint kini memungkinkan penemuan, pengklasifikasian, prioritas, remediasi, dan perlindungan data sensitif — termasuk data pribadi (PII), kekayaan intelektual, dan aset penting lainnya — secara seamless di lingkungan hybrid modern dan AI.

Teknologi DSPM dan AI Mesh dari Getvisibility — berupa jaringan model AI terkoordinasi yang dirancang untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam pengklasifikasian data dan deteksi risiko — telah menjadi komponen inti dari pendekatan keamanan data Forcepoint selama lebih dari dua tahun. Teknologi ini memberi pelanggan dan mitra visibilitas mendalam atas risiko‑risiko data, seperti data duplikat atau usang, akses yang tidak tepat, file yang salah tempat, dan paparan terhadap peraturan.

Kemampuan DDR milik Getvisibility yang terintegrasi dengan AI juga mengotomatisasi klasifikasi dan memungkinkan remediasi dinamis, sehingga ancaman bisa dikurangi sebelum berkembang lebih jauh. Integrasi ini diperluas melalui akuisisi, memberikan keamanan yang komprehensif dan terus menyesuaikan cara pengguna mengakses, membagikan, dan berinteraksi dengan data di berbagai perangkat, aplikasi cloud, dan platform GenAI.

CEO Forcepoint, Ryan Windham, mengatakan bahwa “Data adalah mata uang baru dalam bisnis, dan setiap organisasi berlomba untuk membuka nilainya sambil meminimalkan risiko.” Dengan integrasi DSPM dan DDR berbasis AI dari Getvisibility ke dalam portofolio Forcepoint, perusahaan dimaksudkan untuk membekali organisasi dengan visibilitas, otomatisasi, dan kontrol adaptif yang diperlukan untuk mengubah keamanan data — bukan sekadar kewajiban kepatuhan — tetapi menjadi keunggulan strategis. Akuisisi ini menguatkan komitmen Forcepoint untuk membantu organisasi melindungi data sensitif secara luas sekaligus menjadikan keamanan sebagai pendorong pertumbuhan dan inovasi.

Manajemen risiko data menjadi sangat penting untuk keberhasilan setiap organisasi karena data sangat penting untuk analisis akurat, pengambilan keputusan, inovasi, dan keunggulan kompetitif. Kehilangan data sensitif dan kekayaan intelektual tidak hanya berujung pada denda regulasi dan biaya pemulihan, tetapi juga dapat membawa dampak finansial besar — dengan rata‑rata biaya pelanggaran data mencapai sekitar US$5 juta. Selain itu, tren tuntutan hukum akibat pelanggaran diperkirakan akan meningkat hingga melebihi denda regulasi sekitar 50% pada 2025.

Frank Dickson, Group Vice President untuk produk keamanan siber di IDC, menyatakan bahwa karena data yang terus meningkat di cloud dan platform AI generatif meningkatkan risiko eksposur data sensitif, banyak organisasi kesulitan mengetahui di mana data mereka berada, bagaimana data tersebut digunakan, seberapa sensitifnya — dan bagaimana cara melindunginya. Karena itu, perusahaan kini mencari solusi terintegrasi yang menyatukan visibilitas dan kontrol, agar dapat mengurangi kompleksitas, biaya, dan risiko saat terus berinovasi.

Dengan pendekatan Forcepoint Data Security Everywhere, kebijakan keamanan kini dapat diintegrasikan di berbagai lingkungan, termasuk situs AI, endpoint, email, aplikasi SaaS, dan lingkungan kustom. Melalui integrasi yang semakin mendalam dari DSPM dan DDR Getvisibility, organisasi akan mendapatkan:

  • Visibilitas risiko proaktif dengan penemuan dan klasifikasi data sensitif secara terus‑menerus di seluruh SaaS, cloud, dan lingkungan on‑premises.

  • Mitigasi ancaman real‑time melalui penerapan otomatis kebijakan keamanan di CASB, Web Security, dan Enterprise DLP.

  • Kontrol keamanan adaptif yang memanfaatkan kecerdasan AI untuk melindungi data sensitif secara dinamis di berbagai platform AI (misalnya ChatGPT Enterprise, Copilot, Gemini) dan aplikasi perusahaan.

Ronan Murphy, salah satu pendiri Getvisibility, menambahkan bahwa sejak awal misi perusahaan adalah membantu organisasi memahami risiko data karena “Kamu tidak bisa mengamankan apa yang tidak terlihat”. Mitigasi risiko real‑time adalah kunci untuk mencegah pelanggaran sebelum terjadi, dan dengan bergabungnya Getvisibility dengan Forcepoint, wawasan berbasis AI semakin diperluas untuk membantu pelanggan dan mitra mengidentifikasi risiko dan melindungi aset data penting dengan akurasi dan kecepatan yang tinggi.

Dengan akuisisi ini, Forcepoint mendefinisikan ulang keamanan data di era AI, memungkinkan organisasi untuk mengamankan aset paling penting mereka, memastikan kepatuhan, dan tetap lebih unggul dari ancaman dunia maya modern. Detail lanjut terkait integrasi Getvisibility dalam portofolio Data Security Everywhere Forcepoint akan diumumkan setelah proses akuisisi selesai.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan  Forcepoint indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi Forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!