Apa yang Diungkap AWARE Spring 2026 tentang AI dan Risiko Data

Banyak pembahasan tentang AI biasanya masih bersifat abstrak—penuh tren dan prediksi, tetapi tidak selalu terhubung dengan pekerjaan nyata tim keamanan. Namun, acara AWARE Spring 2026 berbeda. Dari berbagai sesi yang ada, muncul gambaran yang lebih nyata dan mendesak.

Para pemimpin dan praktisi keamanan membahas kondisi aktual di organisasi mereka saat ini. Masalah utamanya bukan sekadar teknologi baru atau ancaman baru, melainkan model keamanan data lama yang sudah tidak relevan lagi.

👉 Intinya: AI bukan hanya mengubah alat, tetapi mengubah masalahnya secara fundamental.


⚠️ Kesenjangan antara Melihat Risiko dan Menghentikannya Semakin Besar

Selama ini, asumsi utamanya adalah:

Jika kita bisa melihat dan memahami data, maka kita bisa melindunginya.

Namun asumsi ini sudah tidak berlaku karena:

  • Data sekarang bergerak dengan kecepatan mesin (machine speed)
  • Data terus dibuat, diubah, dan disebarkan oleh AI
  • Data menyebar lebih cepat dari kemampuan tim keamanan untuk melacaknya
  • Waktu antara munculnya risiko → menjadi kebocoran semakin singkat

CEO Forcepoint menjelaskan:

AI mempercepat waktu antara pembuatan data, eksposur, dan dampaknya.

👉 Artinya: setiap penggunaan data dalam hitungan milidetik sekarang adalah keputusan keamanan.

Model lama yang bergantung pada:

  • klasifikasi data sekali saja
  • aturan statis
  • kontrol akses tetap

➡️ semuanya mulai gagal.


🔄 Solusi: Perlu Perubahan Arsitektur Keamanan

Masalah utama dari sistem lama:

  • Untuk mengecek keamanan data, data justru harus dipindahkan → ini menciptakan risiko baru

Solusi yang diperkenalkan:

  • Mendekatkan keamanan langsung ke sumber data
  • Membuat sistem yang:
    • memahami konteks
    • mengevaluasi risiko secara terus-menerus
    • beradaptasi secara real-time

Konsep baru ini disebut:

👉 Self-Aware Data Security

Didukung oleh framework:

  • Know (ketahui data)
  • Adapt (adaptasi risiko)
  • Protect (lindungi secara dinamis)

🤖 Peran AI: ARIA

Forcepoint memperkenalkan:

👉 ARIA (AI assistant)

Fungsi:

  • Menggabungkan sinyal dari berbagai sistem keamanan
  • Menganalisis risiko secara otomatis
  • Mengubahnya menjadi tindakan proteksi dalam hitungan detik

👉 Ini memungkinkan organisasi:

  • dari reaktif → menjadi proaktif

🏗️ Fondasi adalah Kunci

Organisasi yang berhasil menggunakan AI dengan aman memiliki kesamaan:

  • Mereka sudah:
    • memahami data mereka
    • mengklasifikasikan data
    • membangun fondasi keamanan terlebih dahulu

Sebaliknya, risiko besar muncul jika tidak siap:

Jika AI (LLM) mengakses semua data tanpa kontrol, data bisa hilang dalam hitungan detik.

Contoh risiko:

  • Dari kesalahan kecil (kirim file salah)
    ➡️ menjadi kebocoran seluruh database (PII, IP, CRM)

🧠 Model Operasi Baru untuk Keamanan Data

Pendekatan baru yang direkomendasikan:

  1. Lihat data (visibility)
  2. Pahami risiko dan konteks
  3. Terapkan kontrol secara konsisten
  4. Adaptasi secara real-time

👉 Organisasi yang sukses bukan yang punya banyak tools, tapi yang:

  • menghubungkan pemahaman → tindakan
  • menjaga sistem tetap up-to-date

🎯 Kesimpulan

AI memaksa perubahan besar dalam keamanan data:

  • Model lama sudah tidak cukup
  • Keamanan harus:
    • real-time
    • berbasis AI
    • kontekstual
  • Fokus bergeser ke:
    👉 kontrol risiko data secara langsung, bukan hanya visibilitas

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Forcepoint indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi Forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!