DSPM vs. CSPM: Apa Perbedaannya dan Bagaimana Memilih yang Tepat?

Salah satu tren paling menjanjikan dalam teknologi keamanan data saat ini adalah Data Security Posture Management (DSPM), yang menjanjikan kemampuan bagi organisasi untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data sensitif guna mengurangi risiko data dengan otomatisasi yang luas.

Di sisi lain, dengan semakin banyaknya data yang dipindahkan ke cloud, Cloud Security Posture Management (CSPM) juga semakin populer. Organisasi perlu memiliki alat untuk mempertahankan visibilitas dan kendali atas informasi sensitif serta mencegah kehilangan data. Berbagai teknologi telah muncul untuk menjawab kebutuhan ini, meskipun sering kali terdapat tumpang tindih di antara keduanya.

Lantas, apa perbedaan antara DSPM dan CSPM, dan mana yang paling cocok untuk organisasi Anda?

Perbedaan Utama: DSPM vs. CSPM

  • DSPM berfungsi untuk menemukan dan mengidentifikasi data sensitif di berbagai lokasi dan layanan, menilai kerentanannya terhadap ancaman dan risiko kepatuhan, serta mampu memperbaiki masalah sekaligus memantau risiko di masa depan. Ini mencakup data di cloud maupun lokasi penyimpanan lainnya.
  • CSPM, sebaliknya, memantau sistem dan infrastruktur berbasis cloud untuk mengidentifikasi serta memperbaiki risiko dan kesalahan konfigurasi demi menjaga keamanan data yang disimpan. Ini menjadi alat penting di era saat sebagian besar beban kerja berada di cloud.

Fitur Utama DSPM (Data Security Posture Management)

Konsep DSPM pertama kali didefinisikan oleh analis industri Gartner® dalam Hype Cycle for Data Security 2022. Biasanya, DSPM mencakup empat kemampuan utama berikut:

  1. Penemuan data (data discovery)
  2. Klasifikasi data
  3. Penilaian dan prioritisasi risiko
  4. Perbaikan (remediation) dan pemantauan

Solusi DSPM dirancang untuk menemukan dan mengklasifikasikan data – baik di cloud maupun di tempat lainnya – serta memberikan rekomendasi atau langsung melakukan perbaikan bila diperlukan. Solusi terbaik menawarkan otomatisasi berbasis AI yang terus berkembang dalam mengklasifikasikan data secara akurat, mendeteksi ancaman, dan menerapkan perlindungan yang sesuai.

Fitur Utama CSPM (Cloud Security Posture Management)

CSPM memberikan fungsi serupa seperti visibilitas, deteksi risiko, perbaikan, dan pemantauan berkelanjutan untuk lingkungan dan infrastruktur cloud, termasuk:

  • Infrastructure-as-a-Service (IaaS)
  • Platform-as-a-Service (PaaS)
  • Software-as-a-Service (SaaS)

CSPM membantu tim keamanan untuk mendeteksi kelemahan di lingkungan cloud secara proaktif, dan meresponsnya dengan fitur seperti rekomendasi perbaikan, pemantauan kepatuhan, serta integrasi DevOps.

CSPM umumnya diterapkan pada lingkungan cloud publik dan privat untuk mencegah pelanggaran data serta menghindari risiko ketidakpatuhan terhadap peraturan. Teknologi ini menjadi populer seiring migrasi aplikasi perusahaan ke penyedia cloud seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP).

DSPM vs. CSPM: Mana yang Harus Dipilih?

Menilai kebutuhan keamanan Anda dalam konteks DSPM dan CSPM akan membantu menentukan apakah Anda membutuhkan salah satunya atau justru keduanya untuk menutup semua celah keamanan.

  • DSPM lebih unggul dalam melacak data lintas berbagai lokasi, cocok untuk organisasi yang menggunakan pendekatan penyimpanan bebas vendor (storage-agnostic) atau menerapkan kebijakan Bring Your Own Device (BYOD).
  • CSPM lebih menekankan pada pendeteksian salah konfigurasi dan kerentanan dalam infrastruktur cloud — risiko umum yang dapat menyebabkan kehilangan data.

Jika fokus utama Anda adalah keamanan dan privasi data di seluruh perusahaan, maka DSPM adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda ingin mengamankan lingkungan multi-cloud dan data yang disimpan di dalamnya, CSPM lebih ideal.

Faktanya, keduanya saling melengkapi dalam strategi keamanan yang menyeluruh. DSPM vs. CSPM bukanlah soal mana yang lebih unggul, tetapi mana yang paling tepat dalam mengatasi risiko keamanan spesifik organisasi Anda.

Contoh Solusi: Forcepoint DSPM

Dengan solusi DSPM yang mumpuni seperti Forcepoint DSPM (didukung oleh Getvisibility), organisasi dapat memperoleh visibilitas dan kontrol penuh atas data sensitif mereka — yang bisa jadi merupakan aset paling kritis. Forcepoint DSPM memungkinkan organisasi untuk menemukan, mengklasifikasikan, dan mengelola data menggunakan otomatisasi berbasis AI canggih, dengan kemampuan memindai hingga 1 juta file per jam secara besar-besaran.

Berbeda dengan sebagian besar solusi DSPM yang memerlukan alat tambahan seperti Data Detection and Response (DDR) untuk melakukan perbaikan, Forcepoint DSPM memiliki fitur remediasi bawaan yang dapat langsung diambil tindakan hampir secara real-time.

Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!