AUSTIN, Texas – Pemimpin global dalam keamanan siber Forcepoint hari ini mengumumkan peningkatan besar pada platform Data Security Cloud berbasis AI‑native, yang dipimpin oleh ARIA — Adaptive Risk Intelligence Assistant yang terintegrasi. ARIA menggunakan bahasa alami untuk membuat kebijakan penegakan dan mempercepat respons insiden di seluruh alur kerja yang didorong AI.
Perusahaan juga memperbarui Global Partner Program untuk menyelaraskan insentif dan kemampuan seputar Data Security Cloud agar para mitra dapat mengimplementasikan dan memperluas keamanan data modern bagi pengguna akhir. Bersama-sama, inovasi ini maju menuju pendekatan Self‑Aware Data Security Forcepoint — yang mengetahui ancaman saat terbentuk, menyesuaikan kebijakan dan skor risiko secara real time, serta menegakkan kontrol di mana pun data mengalir.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi menganggap AI akan berdampak signifikan pada keamanan siber dalam setahun ke depan, namun banyak yang belum memiliki proses formal untuk menilai risiko AI. Saat AI mengubah cara informasi sensitif dibuat, diubah, dan dibagikan dengan kecepatan mesin melalui cloud, alat kolaborasi, dan alur kerja AI, data terus berkembang jauh setelah dibuat, memperlebar kesenjangan antara visibilitas dan kontrol.
Pembaruan Data Security Cloud saat ini dirancang untuk mengatasi kesenjangan ini dengan otomatisasi yang sadar AI, intelijen web on‑device, dan program mitra yang dirancang ulang untuk membawa Self‑Aware Data Security ke pasar dengan skala luas. Alih‑alih bergantung pada kebijakan statis atau merutekan lalu lintas melalui proxy jarak jauh sebelum merespons, Forcepoint menyesuaikan penegakan secara real time — selaras dengan bagaimana tenaga kerja modern menggunakan alat AI.
Inovasi Utama dalam Data Security Cloud 2026
1. ARIA — Adaptive Risk Intelligence Assistant
ARIA terbenam secara langsung di dalam Data Security Cloud. ARIA memahami risiko di seluruh platform, mengidentifikasi celah seperti penggunaan copilot baru tanpa perlindungan kebijakan, lalu menghasilkan rekomendasi kebijakan hanya dalam hitungan detik dengan alasan yang jelas untuk ditinjau administrator. Pengguna dapat membuat atau memperbarui kebijakan serta menyebarkannya di berbagai saluran dari satu antarmuka.
ARIA juga mempercepat respons insiden dengan integrasi ke alat seperti ServiceNow dan Slack, sambil terus memberikan wawasan risiko yang didorong oleh AI Mesh Forcepoint — yang menemukan serta mengklasifikasi miliaran elemen data terstruktur dan tidak terstruktur.
2. Agen Data Security Everywhere Generasi Baru
Agen baru menghadirkan perlindungan adaptif dan intelijen web langsung di endpoint, memeriksa dan melindungi data pada perangkat tanpa harus merutekan traffic melalui proxy tradisional. Agen ini mengelola perlindungan berskala presisi untuk aplikasi AI yang disetujui, sekaligus memblokir informasi sensitif agar tidak mencapai alat AI yang tidak disetujui atau penyimpanan cloud pribadi.
Agen ini menggabungkan penegakan adaptif, investigasi, forensik, dan kesadaran pengguna dalam satu paket yang mendukung lingkungan cloud dan on‑premises, sehingga organisasi dapat memodernisasi tanpa mengorbankan keamanan.
3. Perluasan Perlindungan ke Lingkungan Modern
Forcepoint memperluas keamanan data terstruktur ke cloud data lakehouses seperti Databricks dan Snowflake, memperdalam integrasi dengan Google Workspace, serta memperluas cakupan perlindungan yang konsisten di SaaS, hibrida, endpoint, web, dan saluran email.
Global Partner Program yang Ditingkatkan
Berdasarkan masukan mitra, Forcepoint memperbarui Global Partner Program untuk menyelaraskan insentif, kemampuan, dan struktur kesepakatan seputar Data Security Cloud. Program yang didesain ulang memperkenalkan struktur tiga tingkat yang lebih sederhana dengan persyaratan transparan serta manfaat ekonomi yang jelas di setiap tingkatan. Termasuk di dalamnya margin registrasi kesepakatan tanpa ambang minimum dan rangkaian kesepakatan yang selaras dengan use case keamanan data.
Program ini juga memperluas kemampuan pelatihan yang dapat dibayar untuk membantu mitra membedakan diri mereka sebagai penasihat keamanan data tepercaya.
Acara dan Peragaan Produk
Forcepoint akan memamerkan peningkatan Data Security Cloud ini pada acara virtual AWARE Spring 2026 pada 4 Maret serta di RSA Conference 2026 yang digelar 23–26 Maret, menampilkan use case nyata serta pandangan lebih dekat terhadap inovasi yang diumumkan.
Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan Forcepoint indonesia, merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang merupakan mitra terpercaya dalam solusi Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Hubungi kami sekarang atau kunjungi Forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
