Karyawan berinteraksi dengan data bisnis yang sensitif di mana pun mereka bekerja—baik secara jarak jauh, di kantor, atau kombinasi keduanya. Memiliki keamanan data di cloud adalah hal yang sangat penting, terutama dalam industri di mana kekayaan intelektual dan data sensitif memiliki nilai tinggi, seperti farmasi atau keuangan. Namun, melindungi data memerlukan keseimbangan yang tepat; Anda tidak ingin memblokir semuanya. Menerapkan sistem dan kebijakan keamanan yang tepat adalah seperti berjalan di atas tali: perusahaan harus memungkinkan produktivitas sambil tetap melindungi data. Meskipun banyak faktor yang perlu diperhitungkan, cara Anda mengamankan data di cloud bisa diringkas dalam beberapa pertanyaan sederhana berikut: Apa saja yang boleh dilakukan pengguna terhadap data, dan bagaimana Anda menegakkan aturan tersebut saat ini? Aplikasi cloud mana yang boleh menangani jenis data tertentu, dan mana yang tidak boleh menyimpan data sensitif? Bagaimana Anda mengelola kebijakan keamanan data saat ini? Mengajukan pertanyaan yang tepat hanyalah awal dari perjalanan keamanan data Anda—dan kami siap membantu Anda menemukan jalan terbaik ke depan. Berikut beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan. Apa Risiko Terbesar terhadap Keamanan Data di Cloud? Penting untuk mempertimbangkan apa yang bisa terjadi jika Anda tidak memiliki sistem yang memadai untuk mengamankan data di cloud. Tanpa itu, perusahaan Anda tidak memiliki pembatas yang mengatur bagaimana pengguna berinteraksi dengan data dan bagaimana aplikasi cloud menangani data. Semakin banyak data bisnis yang diakses karyawan melalui cloud, semakin besar pula risiko terhadap kekayaan intelektual dan informasi sensitif perusahaan Anda. Menyediakan sistem yang tepat bukan hanya soal mencegah penjahat siber masuk. Keamanan data adalah tentang memungkinkan karyawan Anda bekerja dari mana saja di dunia pasca-pandemi ini. Berikut adalah beberapa risiko keamanan data di cloud yang perlu Anda ketahui agar Anda bisa lebih baik dalam melindungi rahasia, inovasi, dan kepercayaan pelanggan Anda: Shadow IT: Ketika karyawan mengunduh aplikasi tanpa izin manajemen, mereka bisa mengakses data perusahaan secara tidak sah atau membuka celah keamanan. Ancaman dari Dalam (Insider Threat): Karyawan, kontraktor, konsultan, dan mitra bisa menjadi ancaman internal, baik dengan sengaja mencuri kekayaan intelektual maupun secara tidak sengaja membagikan informasi sensitif. Eksposur Tidak Sengaja: Seorang karyawan bisa saja meninggalkan laptop atau ponsel yang tidak terkunci di tempat umum, memungkinkan orang lain melihat dan mengambil informasi terbatas. Akun yang Disusupi (Account Compromise): Akun yang diretas dapat digunakan untuk mengakses data perusahaan di cloud, berpotensi menyebabkan kebocoran data yang mengganggu operasional dan merusak kepercayaan publik. Kehilangan/Pencurian Perangkat: Perangkat BYOD (Bring Your Own Device) bisa dengan mudah hilang saat bepergian atau dalam kehidupan sehari-hari, membuat data sensitif di cloud jatuh ke tangan yang salah. Kesalahan Konfigurasi Cloud: Penjahat siber dapat menemukan celah di titik integrasi antara jaringan organisasi dan aplikasi cloud, lalu mengeksploitasinya untuk mengakses data sensitif tanpa harus melewati keamanan internal jaringan. Setelah Anda menilai risiko terhadap data cloud Anda, langkah selanjutnya adalah mentransformasi bisnis Anda—dengan aman dan efisien. Cara Menegakkan Keamanan Data di Cloud Mengamankan semua data Anda di cloud bisa terasa rumit. Usahakan untuk menyederhanakan proses ini di seluruh aplikasi cloud dan perangkat (baik yang dikelola maupun tidak) dengan mengkonsolidasikan kebijakan menjadi satu set aturan terpadu. Salah satu caranya adalah dengan memperluas Data Loss Prevention (DLP) ke cloud melalui Cloud Access Security Broker (CASB). Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan banyak sistem dan sinkronisasi manual, yang merupakan hambatan besar dalam adopsi cloud. Ketergantungan pada aplikasi cloud seharusnya tidak menjadi beban. Karyawan Anda tetap produktif dengan bekerja menggunakan data, dan mereka membutuhkan akses cepat ke data penting bisnis dari mana saja. Ketika perusahaan Anda semakin bergantung pada aplikasi cloud, kami tekankan betapa pentingnya memperluas kebijakan DLP dari perangkat hingga aplikasi cloud melalui CASB. Pendekatan ini memberikan kontrol real-time dan inline untuk setiap aplikasi SaaS yang Anda gunakan—atau rencanakan untuk digunakan. Ini sangat berguna dalam menangani shadow IT, menjaga visibilitas terhadap ancaman dari dalam, dan melindungi data sensitif dari penyusupan akun atau pencurian perangkat. Keamanan Data di Cloud bersama Forcepoint Memperluas Forcepoint DLP ke aplikasi cloud merupakan bagian dari strategi Data Security Everywhere kami. Sederhanakan kepatuhan dan cegah pelanggaran di seluruh perusahaan Anda dengan pendekatan menyeluruh untuk mengamankan informasi sensitif, di mana pun data tersebut berada. Hal ini dicapai dengan fokus pada lima area utama: Mengamankan cloud, perangkat endpoint, dan perangkat BYOD Penemuan dan klasifikasi data berbasis AI Memperluas DLP ke email Perlindungan adaptif berbasis risiko untuk otomatisasi secara real-time Melindungi pengguna dan data saat menjelajah web Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Author: hadi s
Isolasi Browser Jarak Jauh: Apa Itu RBI dan Bagaimana Cara Kerjanya
Ancaman online ada di mana-mana, mengintai di setiap sudut internet. Dari situs web berbahaya hingga serangan phishing yang licik, menjaga keamanan saat berselancar di internet menjadi semakin menantang. Namun, Remote Browser Isolation (RBI), sebuah solusi keamanan canggih, melindungi sesi penelusuran web dengan menjaga perangkat dan jaringan tetap aman dari ancaman yang tersembunyi di dunia maya. Apa Itu Remote Browser Isolation? RBI adalah solusi keamanan siber yang mengisolasi aktivitas penelusuran web dari perangkat pengguna (endpoint) untuk mencegah eksekusi kode berbahaya seperti malware di perangkat lokal. Bayangkan RBI sebagai pagar pelindung yang mengelilingi browser pengguna saat mereka mengakses internet. Penghalang ini bertindak sebagai pelindung antara komputer pengguna dan situs web berbahaya, memastikan bahwa ancaman yang mungkin ada tidak pernah mencapai perangkat atau jaringan. RBI memungkinkan penerapan kerangka kerja Zero-Trust pada aktivitas browsing, memungkinkan organisasi dengan tim TI yang terbatas atau tanpa keahlian khusus dalam keamanan web untuk fokus pada tugas-tugas bernilai tinggi, daripada menghabiskan waktu untuk merespons insiden keamanan. Bagaimana Cara Kerja RBI? Ketika pengguna mengklik tautan atau mengunjungi situs web, alih-alih browser langsung mengakses konten situs, RBI mengarahkan sesi penelusuran ke server jarak jauh yang aman. Server ini bertindak sebagai browser virtual yang membuka situs web atas nama pengguna dan berinteraksi dengan kontennya dalam lingkungan terisolasi yang aman. Setelah sesi berakhir, lingkungan ini dihancurkan, menghapus semua konten termasuk malware. Hal ini memastikan bahwa kode berbahaya atau malware yang ada di situs web tidak pernah sampai ke perangkat pengguna. Pengguna tetap dapat melihat seluruh konten streaming situs web dan berinteraksi sepenuhnya — mengklik tautan, mengisi formulir, bahkan menonton video — tanpa risiko apa pun. Solusi RBI yang lengkap tidak hanya sekadar mengisolasi konten. RBI juga harus menawarkan fitur perlindungan data tingkat lanjut, termasuk kontrol terhadap fungsi situs web seperti baca dan tulis, salin/tempel (copy/paste), akses clipboard, dan pencetakan. Selain itu, solusi tangguh seperti Forcepoint RBI menyediakan kemampuan Content Disarm and Reconstruction (CDR) untuk membersihkan file unduhan, hanya menyampaikan data yang benar-benar aman. Selain efektif, organisasi menggunakan alat RBI karena kesederhanaannya. Berbeda dengan solusi antivirus yang memerlukan pembaruan dan pemeliharaan rutin, RBI bekerja secara otomatis di latar belakang. Tidak perlu pengaturan rumit atau instalasi pembaruan — cukup gunakan internet seperti biasa dengan perlindungan yang selalu aktif. Khawatir soal dampak terhadap produktivitas? RBI dirancang untuk kecepatan, memastikan pengalaman browsing tetap mulus. Dengan RBI, pengguna dapat mengakses lebih banyak situs web secara aman tanpa harus memblokir akses. Ini juga membantu tim TI mengurangi permintaan layanan (help desk) — sekaligus meningkatkan produktivitas pengguna. Siapa yang Cocok Menggunakan RBI? Solusi RBI sangat cocok untuk berbagai kelompok pengguna. Mulai dari pengguna berisiko tinggi seperti eksekutif yang sering menjadi target serangan phishing, hingga karyawan yang memantau tren industri dan kompetitor, yang mungkin tanpa sengaja mengunjungi situs berbahaya. Organisasi dengan sistem publik yang memberikan akses ke internet, seperti toko ritel atau bisnis yang menyediakan kios internet, juga mendapat manfaat besar dari penggunaan RBI. Manfaat Utama dari Remote Browser Isolation: Keamanan yang Ditingkatkan: Melindungi dari ancaman berbasis web, termasuk serangan zero-day Meningkatkan kebijakan DLP (Data Loss Prevention) dan mencegah pencurian data melalui teknik steganografi Mencegah serangan phishing Membersihkan file unduhan Produktivitas yang Lebih Tinggi: Membebaskan tim TI untuk fokus pada tugas-tugas bernilai tinggi Mengakses seluruh internet dengan aman Pengalaman browsing cepat dan alami Kemudahan Penggunaan: Tidak memerlukan agen perangkat lunak Tidak perlu manajemen patch Perlindungan terus-menerus di seluruh perangkat: laptop, tablet, dan ponsel Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Keamanan Data di Mana Saja: Kontrol Terpadu di Endpoint, Aplikasi Cloud, dan Perangkat Tak Dikelola
Saat ini, data ada di mana-mana—di laptop, ponsel, tablet, dan di cloud. Seiring dengan semakin cepatnya adopsi cloud karena pola kerja yang tersebar, semakin banyak data yang disimpan di luar jaringan perusahaan tradisional. Ini menjadi tantangan baru bagi bisnis: bagaimana memastikan bahwa data mereka tetap aman, di mana pun berada. Dari Keamanan Tradisional Menuju Kontrol Terpadu Pendekatan tradisional terhadap keamanan digital berfokus pada pengamanan perimeter jaringan menggunakan teknologi seperti firewall dan sistem pencegahan intrusi, untuk mencegah pengguna tidak sah masuk. Biasanya hanya perusahaan besar yang mencoba menerapkan teknologi Data Loss Prevention (DLP) secara luas, dan itu pun seringkali terbatas hanya pada endpoint DLP. Masalahnya? Pendekatan ini kini tidak lagi cukup. Dengan munculnya aplikasi cloud, data tidak lagi terbatas dalam jaringan internal perusahaan. Bahkan, semakin banyak organisasi yang mengadopsi pendekatan cloud-first: menyimpan dan menggunakan data terutama melalui aplikasi cloud—bahkan sampai melarang pengunduhan data ke laptop. Selain itu, data bisnis kini juga diakses melalui perangkat pribadi, seperti laptop dan ponsel. Artinya, ada jauh lebih banyak titik potensi kebocoran data sensitif dari organisasi. Inilah sebabnya mengapa sangat penting untuk memiliki kontrol keamanan data yang konsisten di semua jalur yang mungkin dilalui data. Jika pendekatannya terpisah-pisah, hasilnya akan tidak konsisten—mesin DLP yang berbeda-beda untuk saluran yang berbeda (seperti email, endpoint, atau cloud) dapat menghasilkan efektivitas yang rendah dan visibilitas yang terfragmentasi dengan kontrol yang tidak optimal. Untuk mengamankan data secara efektif di lingkungan saat ini, bisnis perlu mengambil pendekatan terpadu terhadap keamanan data. Ini berarti tidak hanya mengamankan akses, tetapi juga menggunakan solusi keamanan yang mampu memindai dan melindungi data secara konsisten di seluruh perangkat, aplikasi, dan layanan cloud. Pendekatan ini juga mencakup kemampuan untuk memblokir pergerakan atau pembagian data sensitif yang tidak semestinya—bukan hanya memberi peringatan setelah data terlanjur bocor. Manfaat Menyatukan Keamanan Data di Berbagai Saluran Menyatukan kontrol keamanan data di seluruh endpoint dan aplikasi cloud memungkinkan Anda untuk: Meningkatkan produktivitas, dengan menghilangkan hambatan akses ke cloud, baik dari perangkat terkelola (managed devices) maupun BYOD Mengurangi biaya, dengan meniadakan solusi yang terfragmentasi dan tidak efektif Menurunkan risiko, dengan mencegah kehilangan data di aplikasi cloud dan endpoint, sekaligus melindungi data pelanggan serta reputasi merek Anda Menyederhanakan kepatuhan, dengan menggunakan pustaka template siap pakai berisi lebih dari 1.700 regulasi industri dan regional, yang dapat diterapkan di aplikasi SaaS dan perangkat endpoint Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
5 Langkah Menuju Data Security Everywhere
Cara bisnis beroperasi telah berubah lebih drastis dalam 48 bulan terakhir dibandingkan periode empat tahun mana pun sebelumnya. Pertama, orang dan data meninggalkan kantor tradisional menuju rumah dan cloud. Sekarang, orang mulai kembali ke kantor (kadang-kadang), tapi datanya tidak. Alih-alih kembali ke kondisi sebelum pandemi, bisnis dan lembaga pemerintah kini menempuh jalur baru di mana orang bekerja dari mana saja dengan data yang tersebar di mana-mana. Misi kami di Forcepoint adalah menyederhanakan perjalanan ini melalui pendekatan yang kami sebut Data Security Everywhere. Ada banyak klise tentang pentingnya data dalam ekonomi digital yang terus berkembang. Tapi kenyataannya, agar tetap kompetitif, bisnis perlu memungkinkan orang untuk menggunakan data sensitif dari lebih banyak tempat, lebih sering, dan dari lebih banyak perangkat daripada sebelumnya. Ledakan volume dan penyebaran data yang harus dikelola oleh bisnis modern menimbulkan tantangan baru: Bagaimana Anda bisa benar-benar tahu data apa yang Anda miliki, di mana lokasinya, siapa yang memiliki akses, dan bagaimana mereka dapat memanipulasinya? Selain itu, meskipun alasan perlindungan data sensitif bisa bervariasi (pencurian kekayaan intelektual berdampak pada daya saing, sedangkan pelanggaran data yang diatur seperti PHI dan PII memicu kewajiban kepatuhan), segala bentuk kehilangan data kini dengan cepat menjadi ancaman serius di tingkat direksi dan keberlangsungan organisasi. Dulu, melacak data dan mengontrol penggunaannya sudah cukup sulit ketika semuanya masih “di dalam gedung.” Sekarang, dengan semakin banyak data berada di cloud, web, dan pusat data jarak jauh—jauh dari lokasi kerja karyawan—jaringan telah menjadi kunci akses ke data sensitif. Akibatnya, keamanan data dan keamanan jaringan kini saling terkait. Keberhasilan sangat bergantung pada kebijakan yang konsisten untuk keduanya, dipadukan dengan teknologi baru yang mampu mengotomatisasi pemilihan dan penerapan kebijakan yang tepat dalam berbagai situasi. Kami menyebut pendekatan ini sebagai pendekatan “Data-first” terhadap keamanan: Pendekatan Data-first dari Forcepoint Pendekatan ini menjadi inti dari platform SASE berbasis Data-first kami, yaitu Forcepoint ONE, yang memungkinkan kami memberikan keamanan data secara konsisten di berbagai kanal—dari aplikasi cloud dan web, hingga laptop, email, bahkan perangkat pribadi (BYOD). Arsitektur SASE Data-first Forcepoint ONE Kekuatan nyata dari pendekatan ini adalah kemampuannya untuk digunakan secara bertahap, menangani tantangan mendesak saat ini dengan cara yang bisa diperluas dengan mudah di masa mendatang. Untuk membantu bisnis dan lembaga pemerintah memilih jalur mereka sendiri dalam memberdayakan orang untuk menggunakan data secara aman dari mana saja, kami menciptakan panduan yang kami sebut: 5 Langkah Menuju Data Security Everywhere Tidak ada urutan baku, tetapi kami menemukan bahwa banyak organisasi memulai dengan menerapkan satu set kebijakan terpadu untuk melindungi data secara konsisten di aplikasi cloud dan perangkat endpoint, sehingga mereka terbebas dari biaya dan kompleksitas mengelola banyak sistem keamanan data (penelitian terbaru menunjukkan ini bisa menghemat hingga 31%). Setelah itu, kebijakan yang sama dapat diterapkan dengan mudah ke kanal komunikasi lain seperti web atau email. Teknologi otomatisasi canggih seperti AI atau solusi Risk-Adaptive Protection yang kami pelopori juga bisa ditambahkan untuk lebih meningkatkan produktivitas, mengurangi biaya dan risiko, serta mempermudah kepatuhan. Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan membahas secara mendalam setiap langkah dari 5 Steps to Data Security Everywhere, lengkap dengan contoh nyata bagaimana pendekatan modern ini membuat keamanan data lebih praktis. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Ancaman Keamanan Data Terbesar – dan Cara Mengatasinya
Dalam dunia yang sempurna, satu-satunya ancaman terhadap keamanan data hanyalah flashdisk yang rusak. Namun, kenyataannya jauh berbeda. Sangat sulit untuk melacak semua ancaman terhadap keamanan data, terutama di era kerja jarak jauh dan penggunaan aplikasi berbasis cloud yang terus meningkat—di mana data dapat berada di mana saja dan pekerjaan dapat dilakukan dari mana saja. Jadi, di mana sebaiknya Anda memfokuskan perhatian untuk mencakup ancaman terbanyak? Kami telah mengidentifikasi daftar pendek ancaman keamanan data paling umum yang dapat menjadi dasar strategi keamanan data yang efektif: Malware Rekayasa sosial (social engineering) Ancaman dari dalam (insider threats) Shadow IT Serangan rantai pasok (supply chain attacks) Kerentanan pihak ketiga Kerentanan keamanan cloud Ancaman Utama terhadap Keamanan Data Penting untuk melindungi data dari semua ancaman. Namun, ada empat pilar utama yang dapat dijadikan panduan dalam menyusun strategi yang komprehensif: Malware Kita semua pernah melihat berita utama tentang malware yang menghentikan operasional dan membahayakan data sensitif. Salah satu jenis yang paling merusak adalah ransomware, yang menyandera informasi penting hingga korban membayar tebusan kepada penyerang. Malware biasanya disebarkan melalui email atau situs web yang telah disusupi. Gunakan Secure Web Gateway (SWG) untuk memantau lalu lintas internet dan mencegah akses ke konten yang tidak dikenal atau berisiko. Pertimbangkan juga menggunakan Remote Browser Isolation (RBI) agar karyawan bisa membuka situs web berisiko di lingkungan virtual yang aman—cocok untuk industri asuransi dan keuangan. Rekayasa Sosial (Social Engineering) Jenis serangan ini memanfaatkan psikologi, bukan celah teknis. Penyerang memanipulasi individu dalam organisasi untuk mendapatkan akses ke data terbatas. Bentuk yang paling umum adalah phishing, yaitu pesan yang tampak sah tapi sebenarnya bertujuan mencuri kredensial atau menginstal malware. Selain RBI untuk mengamankan situs mencurigakan, gunakan DLP untuk Email agar karyawan tidak membagikan data sensitif saat menjadi target serangan phishing. Ancaman dari Dalam (Insider Threats) Karyawan, kontraktor, konsultan, atau mitra bisa menjadi ancaman dari dalam, baik karena sengaja mencuri kekayaan intelektual atau tanpa sengaja membocorkan informasi penting. Menangani ancaman ini tanpa terlalu mengawasi karyawan bisa menjadi tantangan besar, terutama tanpa sistem otomatis untuk deteksi ancaman. Tingkatkan sistem DLP Anda dengan Risk-Adaptive Protection, yang memanfaatkan analisis perilaku otomatis untuk mendeteksi dan menangani aktivitas berisiko secara real-time. Shadow IT Shadow IT terjadi saat karyawan menggunakan aplikasi yang tidak disetujui perusahaan untuk bekerja, tanpa sepengetahuan manajemen. Sulit melindungi data jika Anda tidak tahu di mana dan bagaimana data digunakan. Gunakan Cloud Access Security Broker (CASB) untuk mengetahui aplikasi cloud apa yang digunakan dan memperluas jangkauan kebijakan DLP ke aplikasi-aplikasi tersebut. Ancaman dan Kerentanan Keamanan Data Lanjutan Setelah organisasi memiliki perlindungan terhadap ancaman utama di atas, mereka dapat mulai memperhatikan jenis ancaman lainnya: Serangan Rantai Pasok Penyerang dapat menyusupi perangkat lunak atau perangkat keras sebelum produk tersebut dikirim oleh vendor tepercaya atau bahkan saat sedang digunakan. Mereka bisa mengeksploitasi celah dalam pembaruan perangkat lunak, komponen perangkat keras, dan lainnya. Pastikan vendor Anda memiliki sistem keamanan yang ketat sebelum berbagi data sensitif. Kerentanan Pihak Ketiga Jika organisasi pihak ketiga memiliki celah keamanan, dan mereka memiliki akses ke data Anda atau terintegrasi dengan sistem Anda, itu bisa menjadi celah masuk bagi penyerang. Flaw dalam pustaka (library) atau API mereka bisa membahayakan data Anda. Pantau strategi keamanan vendor dan mitra Anda secara berkala, terutama untuk respons terhadap kerentanan baru. Kerentanan Keamanan Cloud Peretas dapat mengeksploitasi celah pada titik koneksi antara jaringan organisasi dan aplikasi cloud, tanpa harus menembus sistem internal. Misconfigurations (pengaturan yang salah) dan API yang tidak aman adalah penyebab umum kerentanan cloud yang bisa menyebabkan kebocoran data. Data Security Everywhere: Solusi untuk Mendukung Kerja Aman dari Mana Saja Hindari kebocoran data dan permudah kepatuhan dengan pendekatan Data Security Everywhere dari Forcepoint. Pendekatan ini berfokus pada lima aspek utama: Melindungi cloud, endpoint, dan perangkat BYOD (Bring Your Own Device) Penemuan dan klasifikasi data berbasis AI Perluasan DLP ke email Risk-Adaptive Protection untuk otomatisasi real-time Perlindungan pengguna dan data di web Dengan solusi yang tepat untuk mencakup kelima area ini, Anda dapat memastikan data sensitif terlindungi secara menyeluruh di setiap tahap siklus hidupnya. Kabar baiknya, Anda tidak perlu memperluas tim keamanan atau meningkatkan biaya operasional. Data Security Everywhere menyediakan manajemen kebijakan terpadu yang sederhana, memungkinkan penerapan kebijakan di semua kanal hanya dengan beberapa klik. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Forcepoint Memenangkan Penghargaan Frost & Sullivan 2023 sebagai Perusahaan Data Loss Prevention (DLP) Global Terbaik
Kami dengan bangga mengumumkan bahwa Forcepoint telah meraih Penghargaan Frost & Sullivan 2023 untuk Perusahaan Terbaik dalam kategori Data Loss Prevention (DLP) Global atas keunggulan praktik terbaiknya. Meskipun ini bukan kali pertama perusahaan riset dan konsultan bisnis ternama tersebut mengakui Forcepoint sebagai pelopor dalam keamanan data, menjadi penyedia DLP terbaik di dunia tetap merupakan kehormatan besar bagi kami! Forcepoint Unggul dalam Inovasi Visioner dan Dampak Terhadap Pelanggan Frost & Sullivan memberikan Best Practices Awards berdasarkan riset independen yang mereka lakukan secara global, mencari perusahaan-perusahaan yang menunjukkan pertumbuhan di industrinya serta strategi yang kreatif dan berpikiran maju. Hasil riset tersebut kemudian dipresentasikan kepada dewan ahli, yang mengevaluasi para nominasi berdasarkan berbagai kriteria, termasuk seberapa baik mereka berinovasi dan menerapkan pendekatan visioner di industri, serta bagaimana praktik mereka berdampak positif terhadap pelanggan. Pentingnya DLP meningkat secara signifikan seiring dengan melonjaknya pekerjaan jarak jauh dan hibrida sejak pandemi COVID. Frost & Sullivan mencatat bahwa Forcepoint DLP sangat cocok untuk perusahaan besar yang ingin menjaga kepatuhan terhadap regulasi privasi dan keamanan data, serta untuk organisasi khusus yang harus melindungi kekayaan intelektual mereka agar tetap kompetitif. “Arsitektur Forcepoint yang fleksibel memungkinkan integrasi yang mulus ke berbagai lingkungan, menjadikannya kontrol keamanan siber yang serbaguna dan berharga bagi berbagai jenis perusahaan.” — Georgia Edell, Konsultan, Frost & Sullivan Kekuatan Utama Forcepoint DLP Menurut Frost & Sullivan Dalam tulisan penghargaan, Frost & Sullivan menyoroti beberapa fitur utama dari Forcepoint DLP yang membedakannya dari para pesaing: Manajemen Kebijakan Terpadu: Pendekatan Data Security Everywhere dari Forcepoint memungkinkan organisasi menggunakan satu kebijakan di seluruh perusahaan. Ini menyederhanakan praktik pengendalian data, memastikan penegakan yang konsisten, dan melindungi data di mana pun berada dan di mana pun karyawan bekerja. Kebijakan Siap Pakai: Pustaka Forcepoint yang berisi lebih dari 1.700 kebijakan dan pengklasifikasi siap pakai merupakan yang terbesar dibandingkan penyedia DLP lainnya, mempermudah kepatuhan di lebih dari 150 wilayah di seluruh dunia, mempercepat penerapan, dan mengurangi kesalahan. Inovasi dan Fokus pada Pelanggan: Frost & Sullivan memuji pendekatan proaktif Forcepoint dalam memperbarui solusi dan terus mencari cara baru untuk memberikan nilai bagi pelanggan. Inovasi jangka panjang dan dukungan pelanggan yang luar biasa telah membangun reputasi merek yang kuat. Kelengkapan dan Kemudahan Implementasi: Forcepoint DLP melindungi data di seluruh siklus hidupnya—baik saat digunakan, disimpan, maupun dikirim—dengan kemampuan otomatisasi yang menghemat waktu karyawan dan biaya operasional serta mencegah kesalahan manusia. Analisis Perilaku Lanjutan: Forcepoint Risk-Adaptive Protection meningkatkan DLP dengan memantau perilaku pengguna secara otomatis dan merespons secara dinamis terhadap aktivitas berisiko secara real-time. Teknologi inovatif ini memberikan pertahanan kuat terhadap kebocoran dan pencurian data tanpa perlu banyak intervensi manusia. “Otomatisasi dan strategi adaptif berbasis risiko memastikan bahwa pelanggan Forcepoint mendapatkan perlindungan data yang mereka butuhkan secara real-time.” — Georgia Edell, Konsultan, Frost & Sullivan Terima kasih sebesar-besarnya kepada Frost & Sullivan atas penghargaan ini dan pengakuan atas berbagai cara kami dalam menyederhanakan dan memperkuat keamanan data untuk organisasi di seluruh dunia. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Tingkatkan Penemuan dan Klasifikasi Data Anda dengan Forcepoint
Jika Anda bertanggung jawab untuk mengamankan data di seluruh organisasi, kemungkinan besar Anda sering terjaga memikirkan empat pertanyaan besar ini: Data apa yang perlu dilindungi? Di mana data tersebut berada? Siapa yang memiliki akses ke data tersebut? Mengapa mereka memiliki akses ke data tersebut? Benar-benar seperti kuis mendadak yang menakutkan! Mengelola lalu lintas digital yang terus berubah dalam sebuah perusahaan berarti harus terus mengawasi campuran sehat dari data yang diatur, kekayaan intelektual, dan informasi sensitif. Ini adalah proses yang melelahkan namun sangat penting bagi setiap organisasi. Inilah alasan mengapa Forcepoint memiliki misi untuk mempercepat penemuan dan klasifikasi data. Kami percaya bahwa proses mengidentifikasi, menilai, dan mengklasifikasikan data adalah bagian penting dalam menjaga keamanannya. Dan kami percaya bahwa proses ini seharusnya sesederhana – dan seefektif – mungkin. Saat menyusun strategi penemuan data, penting untuk menyoroti dark data dalam organisasi Anda. Ini adalah file data lama, usang, dan tidak relevan yang sudah tidak lagi dibutuhkan. Meskipun banyak organisasi cenderung menyimpan semua data demi meminimalkan risiko, kenyataannya menyimpan segalanya justru meningkatkan risiko tersebut. Mengidentifikasi data yang Redundant, Obsolete and Trivial (ROT) bisa menjadi langkah awal yang baik. Penemuan dan Klasifikasi Data – Kepatuhan, Sekaligus Mengurangi Risiko Kebocoran Data Saat ini ada lebih dari 160 undang-undang privasi data global yang berlaku di seluruh dunia, dan jumlah ini terus bertambah. Peraturan ini mengatur bagaimana organisasi lokal maupun multinasional harus menangani dan menyimpan data sensitif seperti catatan keuangan atau informasi pribadi yang dapat diidentifikasi. Semakin banyak negara tempat organisasi Anda beroperasi, semakin rumit dan terjalinlah keamanan serta kepatuhan data. Ditambah lagi dengan terus bertambahnya data terstruktur dan tidak terstruktur – seperti informasi sensitif, data yang diatur, dan kekayaan intelektual – masalah ini menjadi semakin kompleks. Penemuan dan klasifikasi data memberi perusahaan kendali terhadap data yang mereka butuhkan untuk diamankan. Metodologi ini memungkinkan praktisi keamanan untuk menemukan data di berbagai file dan aplikasi, sekaligus menerapkan label seperti publik, internal, atau rahasia – dan meningkatkan visibilitas dalam prosesnya. Meningkatkan visibilitas data juga membuka jalan untuk mengurangi risiko kebocoran data. Anda tidak bisa mengamankan data yang tidak bisa Anda lihat. Alat Penemuan dan Klasifikasi Data yang Efektif Membantu Mengatasi Kasus Penggunaan Berikut: Menemukan data yang ada di lokasi fisik (on-premises) dan di cloud Melihat siapa saja yang memiliki akses ke data tersebut dan menilai risikonya secara individual Memisahkan data ROT dari data penting seperti kekayaan intelektual Memahami dan mengkatalog berbagai macam jenis file dan bidang data Mengklasifikasikan data secara akurat dan berkelanjutan dalam skala besar Alat Penemuan dan Klasifikasi Data Forcepoint Memimpin dengan Bantuan AI Alat penemuan dan klasifikasi data harus dapat menjawab keempat pertanyaan utama tadi. Jika tidak bisa, maka seluruh strategi keamanan data Anda berisiko tidak efektif karena Anda tidak bisa melindungi data yang tidak Anda ketahui keberadaannya. Data Security Posture Management (DSPM) memungkinkan perusahaan untuk menemukan, mengklasifikasikan, dan mengatur data guna menemukan dan merespons risiko secara hampir real-time. Dengan otomatisasi bertenaga AI, organisasi dapat secara proaktif mengurangi risiko dan mempertahankan kepatuhan, memindai lebih dari 300 file per detik – hingga 1 juta file per jam – dan mengklasifikasikannya dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi. Forcepoint DSPM (dengan teknologi dari Getvisibility) menggunakan pembelajaran mesin, kecerdasan buatan, dan model bahasa besar (LLM) untuk mempercepat proses penemuan dan klasifikasi ini, memberikan organisasi visibilitas total terhadap data mereka dan kendali penuh atas setiap file. Model pembelajaran mesin terus meningkatkan akurasi dan efisiensi seiring waktu, memungkinkan organisasi mengatasi perluasan data yang membuat proses penemuan dan klasifikasi begitu sulit dipertahankan. AI secara signifikan meningkatkan akurasi klasifikasi dan penemuan melalui model AI berdimensi 50 yang dilatih menggunakan data dan file unik milik organisasi, serta LLM yang dilatih menggunakan data sintetis. Hasilnya adalah klasifikasi yang sangat akurat yang tidak bisa dicapai hanya dengan kamus istilah atau regex, yang merupakan metode umum dari sebagian besar alat klasifikasi yang ada saat ini. Forcepoint DSPM Mendukung Zero Trust dan Efisiensi Tinggi Forcepoint DSPM membantu mendukung pendekatan Zero Trust dengan mengidentifikasi izin pengguna dan menyesuaikan akses berlebih pada file. Ini juga mengurangi data ROT yang dapat menyebabkan lebih banyak positif palsu, risiko exfiltrasi data, serta pemborosan sumber daya yang terbatas. DSPM memberikan gambaran menyeluruh terhadap data Anda, memungkinkan penemuan data yang lebih ramping dan cepat tanpa mengorbankan efektivitas. DSPM mengklasifikasikan data di seluruh organisasi dalam lebih dari 70 jenis file. Ia terus meningkatkan akurasi klasifikasi dengan menggunakan AI untuk mengevaluasi lebih banyak jenis file dengan presisi dan efisiensi yang lebih tinggi. DSPM memungkinkan klasifikasi data dalam skala besar, dan bila dikombinasikan dengan kebijakan DLP siap pakai dari Forcepoint, membantu perusahaan lebih mudah memenuhi persyaratan regulasi dengan kepatuhan out-of-the-box. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Network DLP vs. Endpoint DLP (dan Mengapa Keduanya Sangat Penting)
Data Loss Prevention (DLP) membantu organisasi mencegah kehilangan, kebocoran, atau akses tidak sah terhadap data sensitif. Solusi Data Loss Prevention umumnya menawarkan kemampuan “network DLP” atau “endpoint DLP”. Namun, apa perbedaan antara kedua kemampuan ini, dan bagaimana keduanya berperan dalam menjaga keamanan data penting Anda? Perbedaan Endpoint Data Loss Prevention dan Network Data Loss Prevention Endpoint DLP dan network DLP adalah dua pendekatan yang saling melengkapi untuk mencegah kehilangan data. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada lokasi interaksi pengguna dengan data. Endpoint DLP melindungi data pada perangkat individual seperti server, komputer, dan perangkat seluler. Perangkat lunak Endpoint DLP dirancang untuk dijalankan pada setiap perangkat dalam organisasi, biasanya melalui agen yang diinstal di perangkat tersebut, untuk memantau dan mencegah akses tidak sah terhadap informasi sensitif oleh pihak luar atau melalui exfiltrasi data. Seiring dengan banyaknya perusahaan yang beralih ke model kerja jarak jauh atau hibrida, semakin banyak karyawan yang menggunakan perangkat pribadi – baik yang diizinkan melalui kebijakan “Bring Your Own Device” (BYOD) atau yang tidak disetujui – yang menjadikan solusi endpoint DLP sangat penting. Network DLP, di sisi lain, melindungi dan memantau semua data yang sedang digunakan, dalam perjalanan, atau yang disimpan di jaringan perusahaan. Solusi network DLP dirancang untuk mencegah kehilangan data saat data bergerak ke segala arah melintasi jaringan. Solusi ini dapat memastikan bahwa data sensitif terlindungi di mana pun data tersebut berada, baik saat dikirimkan ke tujuannya maupun saat disimpan untuk digunakan di masa mendatang. Cloud DLP adalah bagian penting dari network DLP, yang melindungi pergerakan data antara jaringan dan berbagai aplikasi cloud populer seperti Microsoft 365, Slack, dan Salesforce. Apa Saja Manfaat dari Endpoint dan Network DLP yang Terpadu? Endpoint DLP dan network DLP adalah dua sisi dari mata uang yang sama, dan solusi DLP yang efektif harus menawarkan cakupan terpadu untuk endpoint dan jaringan guna mendukung strategi keamanan data yang menyeluruh. Jika suatu endpoint mengalami kompromi, langkah-langkah network DLP dapat berfungsi sebagai pengaman untuk memblokir data agar tidak melintasi vektor ancaman tersebut. Dan bahkan jika langkah-langkah keamanan jaringan seperti firewall atau Virtual Private Network (VPN) gagal memblokir aktivitas berisiko, endpoint DLP tetap dapat melindungi data sensitif yang tersimpan di perangkat. Beberapa manfaat dari endpoint dan network DLP yang terpadu meliputi: Memberikan perlindungan berlapis Memastikan kepatuhan terhadap regulasi keamanan dan privasi data global Memantau dan memblokir tindakan penyalinan dan penempelan data sensitif Mengurangi risiko ancaman dari orang dalam dengan visibilitas dan kontrol data yang lebih baik Menghilangkan kebutuhan untuk memelihara banyak sistem DLP atau melakukan sinkronisasi manual Menyediakan visibilitas menyeluruh terhadap data sensitif Amankan Data Di Mana Saja dengan Forcepoint DLP Jika organisasi Anda sedang mengevaluasi solusi DLP, endpoint dan network DLP yang terpadu seharusnya menjadi salah satu kriteria utama. Namun, ini hanya salah satu dari banyak kemampuan yang membedakan Forcepoint Enterprise DLP dari pesaingnya. Fitur keamanan data canggih lainnya meliputi: Lebih dari 1.700 kebijakan dan pengklasifikasi yang sudah ditentukan – pustaka terbesar di industri – yang mempermudah kepatuhan regulasi Penegakan kebijakan yang terpadu di web, cloud, dan aplikasi privat Perlindungan adaptif berbasis risiko yang merespons secara dinamis terhadap risiko secara real-time Kemampuan fingerprinting canggih dan Optical Character Recognition (OCR) Organisasi yang mencari mitra teknologi kuat untuk mendukung pendekatan Zero Trust dan kontrol keamanan data adaptif berbasis risiko sebaiknya mempertimbangkan Forcepoint. — Laporan The Forrester Wave™: Data Security Platforms, Q1 2023 Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
SD-WAN Tawarkan Keamanan Data dan Efisiensi Nyata Dibanding MPLS
Meskipun penghematan biaya menjadi alasan kuat untuk beralih dari arsitektur tradisional hub-and-spoke ke lingkungan jaringan modern, perubahan besar yang sebenarnya terjadi saat bisnis mulai memigrasikan aplikasi dan data mereka ke cloud. Seiring perkembangan teknologi SD-WAN, organisasi mulai menyadari dampak transformatif yang diberikannya terhadap peningkatan kinerja aplikasi, keandalan, dan keamanan data. Hal ini mencakup: Optimisasi aplikasi Konektivitas langsung ke cloud Peningkatan keamanan Pengalaman pengguna yang lebih baik Mari kita bahas empat alasan utama mengapa SD-WAN mengungguli MPLS: Optimisasi Aplikasi SD-WAN mendefinisikan ulang jaringan dengan memprioritaskan aplikasi. Berbeda dengan MPLS yang mengarahkan lalu lintas melalui jalur tetap, SD-WAN mengarahkan lalu lintas secara efisien dan dinamis berdasarkan kebutuhan spesifik aplikasi secara real-time. Dengan memprioritaskan data penting secara cerdas, SD-WAN memaksimalkan pemanfaatan bandwidth dan meningkatkan produktivitas sambil tetap menjaga integritas data. Konektivitas Langsung ke Cloud Perkembangan aplikasi berbasis cloud dan model software-as-a-service (SaaS) membuat keterbatasan MPLS semakin nyata. SD-WAN memungkinkan konektivitas langsung ke layanan cloud tanpa harus mengarahkan lalu lintas ke pusat data terlebih dahulu. Ini meningkatkan kecepatan dan efisiensi secara keseluruhan dalam mengakses aplikasi cloud dari mana saja dan kapan saja. Jalur langsung ini juga mengurangi potensi kerentanan keamanan yang muncul dari perantara data yang berlapis-lapis. Peningkatan Keamanan SD-WAN menawarkan fitur keamanan canggih yang sangat penting di era ancaman siber saat ini, termasuk enkripsi, segmentasi, dan deteksi ancaman. Dengan mengenkripsi lalu lintas data dan menerapkan kontrol akses secara mendetail, fitur keamanan SD-WAN membantu mengurangi risiko akses tidak sah dan pelanggaran data, sehingga meningkatkan keamanan jaringan secara keseluruhan. Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik Aplikasi dan data mendorong produktivitas bisnis. Pendekatan SD-WAN yang berfokus pada aplikasi menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan mengoptimalkan kinerja aplikasi di lokasi yang tersebar secara geografis. Pengguna mendapatkan akses yang lebih cepat dan andal ke alat-alat penting, mendukung produktivitas dan kolaborasi. Menyeimbangkan Keamanan dan Efisiensi Jaringan Mengamankan data berharga sambil memodernisasi jaringan membutuhkan keseimbangan antara efisiensi dan langkah-langkah keamanan. Itulah sebabnya organisasi di seluruh dunia mempercayakan Forcepoint untuk menavigasi lingkungan yang kompleks ini. Berikut adalah beberapa kemampuan yang ditawarkan oleh Forcepoint FlexEdge Secure SD-WAN untuk organisasi Anda: Keamanan kelas enterprise: Deteksi ancaman canggih, teknologi IPS terdepan di industri, enkripsi, dan teknologi anti-evasion Konektivitas cloud langsung: Koneksi mulus ke lingkungan cloud pribadi, publik, dan hybrid untuk peningkatan kinerja aplikasi Opsi penerapan fleksibel: Dari perangkat fisik hingga virtual, dengan manajemen mudah dari satu konsol Operasi tanpa gangguan: Teknologi Multi-Link™ memastikan operasi berjalan terus menerus dan terlindungi dari downtime dengan redundansi ganda dan sistem failover otomatis Integrasi AMDP dengan Forcepoint FlexEdge Secure SD-WAN dan Secure Web Gateway (SWG) semakin meningkatkan postur keamanan organisasi. Integrasi yang mulus ini menyederhanakan proses penerapan, konfigurasi, dan manajemen, memberikan lingkungan keamanan yang terpadu. Selain itu, Threat Intelligence kolektif dari Forcepoint memastikan bahwa informasi mengenai malware baru yang terdeteksi dapat langsung dibagikan di seluruh portofolio produk. Pendekatan ini memberikan profesional keamanan wawasan waktu nyata untuk memperkuat pertahanan terhadap ancaman yang ada maupun yang akan datang. AMDP melampaui solusi berbasis analisis statis konvensional, dengan efektif mendeteksi malware canggih dan ancaman zero-day, menjadikannya komponen penting dalam strategi keamanan yang menyeluruh. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Forcepoint Perluas Opsi Penerapan AMDP
Kini Dapat Diterapkan di Lokasi (On-Premises) atau Melalui Cloud Dengan lingkungan hybrid-cloud yang kompleks, jalur serangan baru, dan malware zero-day yang mampu menghindari pertahanan tradisional, kebutuhan akan solusi keamanan Advanced Threat Protection (ATP) yang kuat menjadi semakin penting. Advanced Malware Detection & Protection (AMDP) dari Forcepoint, yang didukung oleh Recorded Future, adalah solusi sandbox keamanan yang memperkuat postur keamanan organisasi dengan menambahkan lapisan pertahanan tambahan terhadap ancaman tingkat lanjut. Dibangun dari awal dengan infrastruktur modern, AMDP dirancang untuk mendeteksi malware paling sulit yang tidak terdeteksi oleh solusi sandbox lain maupun antivirus tradisional. Mulai hari ini, organisasi yang beroperasi di lingkungan on-premises dapat sepenuhnya memanfaatkan kemampuan AMDP, karena kami kini mendukung opsi penerapan baik secara on-premises maupun cloud. Perluasan ini memberi fleksibilitas kepada organisasi untuk memilih metode penerapan yang paling sesuai dengan infrastruktur dan kebutuhan keamanan mereka—baik itu on-premises, cloud, maupun model hybrid. Berbeda dengan banyak solusi sandbox on-premises lainnya yang sering kali tidak setara fiturnya dengan versi cloud, AMDP memberikan kemampuan yang konsisten dan kuat terlepas dari metode penerapannya. Salah satu fitur menonjol dari AMDP adalah dukungannya terhadap sistem operasi Linux dan Android, yang sangat penting dalam melindungi server backend penting, infrastruktur, dan perangkat IoT. Dukungan ini memperkuat pertahanan terhadap serangan canggih yang menargetkan sistem operasi tersebut. Pendekatan platform-agnostik dari AMDP memastikan bahwa ancaman dapat dianalisis secara efisien di berbagai jenis file termasuk dokumen Office, executable, arsip, dan file batch di berbagai sistem operasi populer, termasuk Windows 7 dan 10, Linux, Android, dan MacOS (khusus cloud). Dukungan luas terhadap berbagai OS ini meningkatkan kemampuan deteksi AMDP, memungkinkan untuk mengidentifikasi dan menetralisir ancaman lintas platform. Integrasi AMDP dengan solusi Forcepoint FlexEdge Secure SD-WAN dan Secure Web Gateway (SWG) semakin meningkatkan postur keamanan organisasi. Integrasi yang mulus ini menyederhanakan proses penerapan, konfigurasi, dan manajemen, sehingga memberikan lingkungan keamanan yang terpadu. Selain itu, Intelijen Ancaman kolektif dari Forcepoint memastikan bahwa informasi mengenai malware yang baru terdeteksi dapat dibagikan dengan cepat di seluruh portofolio produknya. Pendekatan ini membekali profesional keamanan dengan wawasan waktu nyata, memungkinkan mereka memperkuat pertahanan terhadap ancaman yang ada maupun yang akan datang. Kemampuan AMDP melampaui solusi berbasis analisis statis konvensional, dengan mendeteksi malware canggih dan ancaman zero-day yang paling sulit dideteksi. Kemampuannya dalam melakukan ekstraksi konfigurasi terhadap lebih dari 150 keluarga malware, dari total 350 keluarga malware yang telah diklasifikasikan, menegaskan efektivitasnya dalam melawan ancaman siber yang canggih. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!