Salah satu tren paling menjanjikan dalam teknologi keamanan data saat ini adalah Data Security Posture Management (DSPM), yang menjanjikan kemampuan bagi organisasi untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan data sensitif guna mengurangi risiko data dengan otomatisasi yang luas. Di sisi lain, dengan semakin banyaknya data yang dipindahkan ke cloud, Cloud Security Posture Management (CSPM) juga semakin populer. Organisasi perlu memiliki alat untuk mempertahankan visibilitas dan kendali atas informasi sensitif serta mencegah kehilangan data. Berbagai teknologi telah muncul untuk menjawab kebutuhan ini, meskipun sering kali terdapat tumpang tindih di antara keduanya. Lantas, apa perbedaan antara DSPM dan CSPM, dan mana yang paling cocok untuk organisasi Anda? Perbedaan Utama: DSPM vs. CSPM DSPM berfungsi untuk menemukan dan mengidentifikasi data sensitif di berbagai lokasi dan layanan, menilai kerentanannya terhadap ancaman dan risiko kepatuhan, serta mampu memperbaiki masalah sekaligus memantau risiko di masa depan. Ini mencakup data di cloud maupun lokasi penyimpanan lainnya. CSPM, sebaliknya, memantau sistem dan infrastruktur berbasis cloud untuk mengidentifikasi serta memperbaiki risiko dan kesalahan konfigurasi demi menjaga keamanan data yang disimpan. Ini menjadi alat penting di era saat sebagian besar beban kerja berada di cloud. Fitur Utama DSPM (Data Security Posture Management) Konsep DSPM pertama kali didefinisikan oleh analis industri Gartner® dalam Hype Cycle for Data Security 2022. Biasanya, DSPM mencakup empat kemampuan utama berikut: Penemuan data (data discovery) Klasifikasi data Penilaian dan prioritisasi risiko Perbaikan (remediation) dan pemantauan Solusi DSPM dirancang untuk menemukan dan mengklasifikasikan data – baik di cloud maupun di tempat lainnya – serta memberikan rekomendasi atau langsung melakukan perbaikan bila diperlukan. Solusi terbaik menawarkan otomatisasi berbasis AI yang terus berkembang dalam mengklasifikasikan data secara akurat, mendeteksi ancaman, dan menerapkan perlindungan yang sesuai. Fitur Utama CSPM (Cloud Security Posture Management) CSPM memberikan fungsi serupa seperti visibilitas, deteksi risiko, perbaikan, dan pemantauan berkelanjutan untuk lingkungan dan infrastruktur cloud, termasuk: Infrastructure-as-a-Service (IaaS) Platform-as-a-Service (PaaS) Software-as-a-Service (SaaS) CSPM membantu tim keamanan untuk mendeteksi kelemahan di lingkungan cloud secara proaktif, dan meresponsnya dengan fitur seperti rekomendasi perbaikan, pemantauan kepatuhan, serta integrasi DevOps. CSPM umumnya diterapkan pada lingkungan cloud publik dan privat untuk mencegah pelanggaran data serta menghindari risiko ketidakpatuhan terhadap peraturan. Teknologi ini menjadi populer seiring migrasi aplikasi perusahaan ke penyedia cloud seperti AWS, Microsoft Azure, dan Google Cloud Platform (GCP). DSPM vs. CSPM: Mana yang Harus Dipilih? Menilai kebutuhan keamanan Anda dalam konteks DSPM dan CSPM akan membantu menentukan apakah Anda membutuhkan salah satunya atau justru keduanya untuk menutup semua celah keamanan. DSPM lebih unggul dalam melacak data lintas berbagai lokasi, cocok untuk organisasi yang menggunakan pendekatan penyimpanan bebas vendor (storage-agnostic) atau menerapkan kebijakan Bring Your Own Device (BYOD). CSPM lebih menekankan pada pendeteksian salah konfigurasi dan kerentanan dalam infrastruktur cloud — risiko umum yang dapat menyebabkan kehilangan data. Jika fokus utama Anda adalah keamanan dan privasi data di seluruh perusahaan, maka DSPM adalah pilihan yang tepat. Namun, jika Anda ingin mengamankan lingkungan multi-cloud dan data yang disimpan di dalamnya, CSPM lebih ideal. Faktanya, keduanya saling melengkapi dalam strategi keamanan yang menyeluruh. DSPM vs. CSPM bukanlah soal mana yang lebih unggul, tetapi mana yang paling tepat dalam mengatasi risiko keamanan spesifik organisasi Anda. Contoh Solusi: Forcepoint DSPM Dengan solusi DSPM yang mumpuni seperti Forcepoint DSPM (didukung oleh Getvisibility), organisasi dapat memperoleh visibilitas dan kontrol penuh atas data sensitif mereka — yang bisa jadi merupakan aset paling kritis. Forcepoint DSPM memungkinkan organisasi untuk menemukan, mengklasifikasikan, dan mengelola data menggunakan otomatisasi berbasis AI canggih, dengan kemampuan memindai hingga 1 juta file per jam secara besar-besaran. Berbeda dengan sebagian besar solusi DSPM yang memerlukan alat tambahan seperti Data Detection and Response (DDR) untuk melakukan perbaikan, Forcepoint DSPM memiliki fitur remediasi bawaan yang dapat langsung diambil tindakan hampir secara real-time. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Tag: forcepoint
Keamanan Data di Mana-Mana: Jinakkan Dark Data dengan Penemuan dan Klasifikasi
Bagian #5 dari seri blog Data Security Everywhere Banyak organisasi telah mengadopsi pendekatan cloud-first, terutama karena fleksibilitas yang ditawarkan kepada karyawan yang perlu mengakses data dari mana saja. Namun, hal ini juga membawa tantangan. Ketergantungan pada cloud publik, privat, atau hybrid, serta banyaknya aplikasi cloud, membuat data organisasi tersebar di berbagai lokasi. Mendapatkan visibilitas dan kendali atas data sensitif menjadi sangat penting—terutama ketika Anda menyadari bahwa hingga 80% data yang disimpan oleh organisasi merupakan “dark data” (data gelap) yang tidak digunakan dan umumnya tidak dikenali. Banyak organisasi berasumsi bahwa menyimpan data lama adalah hal yang bertanggung jawab. Padahal, membiarkan data yang Redundant (Berlebih), Obsolete (Kadaluarsa), dan Trivial (Tidak penting)—atau biasa disebut ROT—justru memperluas permukaan serangan dan meningkatkan risiko keamanan. 🔍 Terangi Dark Data dengan Penemuan dan Klasifikasi Canggih Keamanan data berawal dari visibilitas yang jelas atas informasi yang Anda miliki. Solusi DSPM (Digital Security Posture Management) kami menawarkan penemuan data berkecepatan tinggi dan komprehensif—baik di cloud maupun di sistem lokal. Ini memungkinkan Anda menyaring data tak terstruktur dalam jumlah besar untuk mengetahui: Di mana data sensitif berada Siapa yang memiliki akses Dan memisahkan data ROT dari data yang benar-benar Anda butuhkan Solusi Forcepoint Data Classification bekerja berdampingan dengan proses penemuan ini untuk mengklasifikasikan data secara akurat, sehingga Anda dapat menerapkan kebijakan dan pelaporan yang konsisten serta menyederhanakan otomatisasi. Dengan klasifikasi yang efektif, organisasi dapat memfokuskan upaya keamanan data hanya pada area yang penting. Teknologi ini dirancang untuk berkembang secara berkelanjutan, memungkinkan klasifikasi dalam skala besar dengan tingkat akurasi tinggi, dan menjadi dasar untuk pemantauan serta penilaian risiko secara real-time. 🤖 Ditenagai AI dan Machine Learning Solusi penemuan dan klasifikasi dari Forcepoint didukung oleh teknologi AI dan ML canggih. Kami menggunakan model AI berdimensi 50 yang telah dilatih dengan ratusan juta file pelanggan nyata, guna mengoptimalkan otomatisasi. Sebagai contoh, sebuah institusi keuangan besar meminta Forcepoint memindai 2,5 TB data mentah termasuk 9 juta email dengan lampiran dalam 5 bahasa berbeda—semuanya harus selesai dalam waktu lima hari. Berkat teknologi bertenaga AI kami, tugas ini dapat diselesaikan dalam waktu setengahnya. ⚙️ Modernisasi dan Otomatisasi Siklus Keamanan Data dengan Teknologi AI Solusi klasifikasi data dan DSPM kami bekerja bersama untuk memberikan visibilitas dan kontrol penuh atas data penting organisasi Anda. Berikut beberapa manfaat dari pendekatan menyeluruh ini: ⚡ Meningkatkan produktivitas melalui akses dan berbagi data yang lebih cepat dan aman, sehingga mendorong kolaborasi dan inovasi. 💰 Mengurangi biaya dengan otomatisasi, yang meminimalkan waktu dan sumber daya untuk investigasi serta penanganan insiden keamanan data. 🛡️ Mengurangi risiko dengan mencegah kebocoran melalui identifikasi dan perlindungan terhadap data sensitif yang tidak digunakan dengan semestinya. 📋 Mempermudah kepatuhan dengan visibilitas dan kontrol nyata atas seluruh data sensitif di dalam organisasi. 🔐 Kesimpulan: Bagian Penting dari Pendekatan Data Security Everywhere Penemuan dan klasifikasi data bukan hanya alat, tetapi fondasi utama dari pendekatan Data Security Everywhere. Ini juga merupakan komponen kunci dari solusi DSPM kami, yang akan kami bahas lebih mendalam dalam waktu dekat. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
9 Praktik Terbaik Keamanan Data untuk Mencegah Kebocoran
Hampir setiap hari kita melihat berita utama tentang kebocoran data. Yang paling disayangkan adalah bahwa banyak dari insiden ini sebenarnya dapat dicegah. Meski urgensi untuk melindungi informasi sensitif semakin tinggi, saat ini juga merupakan waktu terbaik untuk menerapkan praktik keamanan data. Teknologi canggih membuat penerapan praktik terbaik keamanan data menjadi lebih mudah—dan jika dilakukan dengan benar, tidak akan mengganggu rutinitas harian karyawan. Berikut adalah 9 praktik terbaik keamanan data yang dapat digunakan organisasi Anda untuk mencegah kebocoran: Pelatihan Kesadaran Karyawan Pelatihan keamanan siber yang efektif harus mengikuti perkembangan ancaman dan risiko terkini. Apakah karyawan Anda tahu data apa yang bisa diakses dari perangkat yang tidak dikelola? Apakah mereka tahu cara aman memberikan akses ke aplikasi web pribadi untuk kontraktor? Mendidik tenaga kerja tentang kebersihan keamanan data mempermudah penerapan teknologi dan kebijakan baru di masa mendatang. Penemuan dan Klasifikasi Data Anda tidak bisa melindungi apa yang tidak Anda ketahui. Di tengah jumlah data yang mencapai petabyte, menemukan dan mengklasifikasikan data secara manual menjadi tantangan besar. Kecerdasan buatan (AI) dapat mengotomatiskan proses ini, memungkinkan organisasi melakukan penemuan data secara berkelanjutan dengan klasifikasi yang semakin akurat seiring waktu. Menghilangkan Shadow IT Jika pengguna menyimpan data di luar pengawasan Anda, hampir mustahil untuk mengamankannya. Teknologi Cloud Access Security Broker (CASB) membantu organisasi menjaga kendali atas data di lebih dari 800.000 aplikasi dan memperluas kebijakan keamanan yang ada ke cloud hanya dengan beberapa klik. Menggunakan Autentikasi Multi-Faktor (MFA) Autentikasi Multi-Faktor sudah menjadi standar umum. Setelah mengetahui aplikasi cloud apa yang digunakan dalam organisasi, pastikan setiap pengguna mengaktifkan MFA agar kredensial yang bocor tidak menyebabkan kebocoran data. Mematuhi Regulasi Regional dan Industri Peraturan seperti HIPAA atau GDPR bukan sekadar formalitas, melainkan juga panduan praktik keamanan data. Dengan menerapkan kebijakan keamanan data yang sudah dirancang sebelumnya—seperti lebih dari 1.700 kebijakan bawaan di Forcepoint DLP—organisasi bisa: Memastikan data dilindungi sesuai standar tertinggi. Menghemat waktu dari pengaturan kebijakan manual. Memantau Ancaman dari Dalam (Insider Threats) Model Zero Trust hanya memberikan akses data minimum yang dibutuhkan pengguna. Namun, bagaimana jika perilaku pengguna berubah? Insiden dari dalam bisa terjadi karena kesalahan atau niat buruk, dan sulit dikenali sebelumnya. Solusi seperti RAP memungkinkan kebijakan berubah secara real-time untuk: Mendidik pengguna yang melakukan kesalahan. Memblokir pelaku yang berpotensi berbahaya. Mencegah Pencurian Data lewat Email Keluar Email tetap menjadi saluran nomor satu pencurian data. Solusi seperti DLP for Email memperluas perlindungan data ke saluran email, menambahkan kontrol ketat di atas platform seperti Microsoft 365 Exchange dan Google Workspace, sehingga mencegah kebocoran lewat email keluar. Melindungi Pengguna dan Data di Web Penelusuran web dapat menghadirkan berbagai risiko—terutama di sektor seperti keuangan yang perlu mengakses situs berisiko tinggi. Teknologi seperti Secure Web Gateway memperluas kebijakan keamanan ke aktivitas penelusuran web, dan bila dikombinasikan dengan Remote Browser Isolation (RBI)—yang membuka situs dalam wadah terpisah—maka dapat menciptakan pertahanan berlapis yang sangat kuat. Menyatukan Perlindungan Data di Cloud, Endpoint, dan BYOD Tema utama dari semua ini adalah cakupan maksimal dan pengelolaan yang konsisten. Platform seperti Forcepoint ONE memungkinkan organisasi menerapkan satu kebijakan keamanan ke seluruh lingkungan—cloud, web, email, endpoint—dalam beberapa klik saja. Platform ini juga mendukung perangkat yang dikelola dan tidak dikelola (BYOD), sehingga data tetap aman di mana pun dan bagaimana pun pengguna mengaksesnya. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
11 Praktik Terbaik Keamanan Cloud untuk Menjaga Keamanan Data
Terkadang sulit untuk membayangkan seperti apa sebenarnya “keamanan data cloud” itu. Konsep cloud (awan) menyiratkan sesuatu yang tidak memiliki bentuk pasti atau batas yang stabil. Jadi, bagaimana Anda bisa melindungi data di cloud jika Anda tidak bisa menguncinya di tempat atau membangun tembok di sekelilingnya untuk mencegah peretas masuk? Pertanyaan ini menunjukkan kenyataan bahwa keamanan data cloud – yaitu seluruh kebijakan, kontrol, prosedur, dan teknologi yang digunakan untuk melindungi sistem, data, dan infrastruktur berbasis cloud – sangat berbeda dari pendekatan tradisional “melindungi perimeter” dalam keamanan siber. Melindungi data di cloud jauh lebih kompleks dibandingkan mengamankan layanan lokal (on-premise), namun untungnya ada praktik terbaik yang sudah terbukti efektif melindungi data dari ancaman yang terus berkembang. Dengan mengikuti praktik-praktik ini, Anda bisa menikmati fleksibilitas dan produktivitas layanan berbasis cloud tanpa mempertaruhkan data sensitif Anda. Praktik Terbaik Keamanan Data Cloud Termasuk: Melatih Karyawan Menghilangkan Shadow IT Menemukan dan Memperbaiki Kesalahan Konfigurasi Menerapkan Zero Trust Mengamankan Akses ke Aplikasi Cloud Membuat Kebijakan Keamanan Cloud Membatasi Data yang Bisa Dibagikan Mengamankan Endpoint Perlindungan terhadap Malware Penemuan dan Klasifikasi Data Secara Berkelanjutan Menjaga Kepatuhan Regulasi Penjelasan Praktik Terbaik Keamanan Cloud Melatih Karyawan Kesalahan manusia adalah salah satu penyebab utama pelanggaran data. Program pelatihan yang efektif dapat mengurangi kesalahan, mendorong perilaku sadar keamanan, dan membantu karyawan mengenali tanda-tanda serangan seperti phishing. Menghilangkan Shadow IT Karyawan sering menggunakan aplikasi yang tidak disetujui oleh tim TI. Aplikasi ini tidak diamankan dengan baik. Gunakan alat seperti Forcepoint Cloud Access Security Broker (CASB) untuk mendeteksi dan mengendalikan penggunaan aplikasi-aplikasi ini. Menemukan dan Memperbaiki Kesalahan Konfigurasi Kesalahan konfigurasi pada layanan cloud sering dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengakses data. Karena penyedia layanan cloud hanya mengamankan infrastruktur, sisanya menjadi tanggung jawab pengguna. Penting bagi admin untuk memeriksa dan memperbaiki konfigurasi secara aktif. Menerapkan Zero Trust Pendekatan ini menganggap semua pengguna dan perangkat bisa menjadi ancaman. Setiap permintaan akses harus diautentikasi. Gunakan CASB untuk aplikasi cloud publik dan ZTNA (Zero Trust Network Access) untuk aplikasi web privat. Mengamankan Akses ke Aplikasi Cloud Gunakan sistem Identity and Access Management (IAM) seperti Okta atau Azure AD untuk memastikan hanya pengguna sah yang dapat mengakses aplikasi, dan kontrol data tetap terjaga di dalamnya. Membuat Kebijakan Keamanan Cloud Buat dan terapkan kebijakan berdasarkan kerangka kerja dan standar internasional. Gunakan Forcepoint Enterprise DLP yang menyediakan lebih dari 1.700 templat kebijakan siap pakai di lebih dari 80 negara. Membatasi Data yang Bisa Dibagikan Kendalikan agar data tidak keluar dari organisasi secara tidak sah melalui email, USB, atau copy-paste. Forcepoint DLP bisa mencegah kehilangan data penting yang bisa menghambat produktivitas atau menyebabkan pelanggaran data. Mengamankan Endpoint Karena banyak karyawan bekerja dari luar kantor, penting untuk memantau bagaimana data diproses di perangkat mereka. Forcepoint ONE memperluas perlindungan kebijakan ke perangkat yang dikelola maupun tidak dikelola. Perlindungan terhadap Malware Web adalah sumber ancaman besar seperti malware. Gunakan Remote Browser Isolation (RBI) untuk membuka situs berisiko dalam lingkungan yang terisolasi. Forcepoint ONE juga memiliki proteksi bawaan terhadap unduhan berbahaya dari aplikasi cloud. Penemuan dan Klasifikasi Data Secara Berkelanjutan Sebagian besar data organisasi adalah “dark data” (tidak digunakan/diakses). Gunakan Forcepoint Data Visibility dan Data Classification untuk memindai, menemukan, dan mengklasifikasikan data dengan bantuan AI, guna mengetahui data mana yang paling perlu dilindungi. Menjaga Kepatuhan Regulasi Setelah kebijakan diterapkan, tantangannya adalah menyeimbangkan pertumbuhan organisasi tanpa melanggar aturan. Gunakan Forcepoint DLP dan Forcepoint ONE untuk menerapkan kebijakan baru secara cepat dan konsisten di semua saluran (cloud, email, web, endpoint). Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Keamanan Data di Mana Saja: Respons Risiko Real-Time Melalui Otomatisasi Kebijakan Bagian #4 dalam Seri Blog “Data Security Everywhere”
Bagi CISO dan profesional keamanan lainnya, mengamankan data penting organisasi adalah hal yang sangat krusial. Penggunaan kontrol kebijakan data untuk melindungi data yang diatur oleh regulasi, informasi rahasia, dan file penting lainnya adalah komponen utama dalam strategi keamanan siber yang kuat—namun, itu saja tidak cukup. Untuk benar-benar menjamin keamanan data, organisasi Anda harus memahami siapa yang mengakses data penting dan apa yang mereka lakukan terhadapnya. Risk-Adaptive Protection – Otomatisasi yang Berbasis Zero Trust Dibangun di atas fondasi Forcepoint DLP, Risk-Adaptive Protection memanfaatkan analisis perilaku canggih untuk mengidentifikasi perilaku pengguna yang berisiko dan secara otomatis menyesuaikan kebijakan data agar sesuai dengan potensi risiko tersebut. Pemantauan dan penanganan dilakukan secara otomatis dan real-time, yang berarti risiko terhadap integritas data dapat diatasi dengan cepat dan efisien. Pertahanan dinamis ini dirancang untuk mengidentifikasi risiko dari dalam (insider threats) dan risiko keamanan data lainnya yang sulit dideteksi—tanpa membebani tim keamanan atau memberikan pembatasan berlebihan kepada pengguna berisiko rendah. Sebagai solusi cloud-native, Risk-Adaptive Protection bekerja dengan menilai secara terus-menerus bagaimana pengguna berinteraksi dengan data dan memberikan skor risiko individu untuk masing-masing pengguna. Skor ini digunakan untuk mengambil tindakan responsif yang sesuai, berdasarkan tingkat risiko pengguna saat potensi kehilangan data terdeteksi. Misalnya, pengguna yang hanya menunjukkan penilaian yang buruk mungkin akan menerima pelatihan otomatis atau ditandai untuk audit, sedangkan pengguna dengan risiko tinggi dapat memicu tindakan pertahanan seperti enkripsi data atau bahkan pemblokiran akses. Konsol Forcepoint Risk-Adaptive Protection Sistem berbasis risiko ini secara drastis mengurangi false positive agar tidak mengganggu produktivitas karyawan dan mengurangi kelelahan tim keamanan, sehingga menghemat waktu dan biaya operasional di seluruh organisasi. Sistem ini juga memungkinkan tim keamanan untuk segera memulai prosedur mitigasi dan memberikan informasi yang dibutuhkan oleh admin untuk mengambil tindakan lebih lanjut. Pemantauan dan rekonstruksi niat pengguna yang konstan memungkinkan pengguna berisiko rendah yang tiba-tiba menunjukkan perilaku berisiko dapat segera dikenali dan dicegah dari menyebabkan kebocoran data yang merugikan. Manfaat Penyesuaian Respons DLP Berdasarkan Perilaku Risiko Forcepoint Risk-Adaptive Protection adalah bagian dari pendekatan Data Security Everywhere yang sukses dan membantu menyederhanakan keamanan. Organisasi yang menggunakannya dapat: Meningkatkan produktivitas dengan menghilangkan gesekan keamanan yang menghambat kelancaran bisnis Mengurangi biaya dengan menyederhanakan manajemen insiden dan menghilangkan false positive yang membuang waktu karyawan Mengurangi risiko dengan menerapkan penegakan kebijakan yang disesuaikan secara progresif berdasarkan tingkat risiko masing-masing pengguna Mempercepat kepatuhan terhadap peraturan privasi melalui penegakan kebijakan yang lebih akurat Dengan pendekatan adaptif dan otomatis seperti ini, organisasi tidak hanya melindungi data mereka—tetapi juga mengoptimalkan proses keamanan, meningkatkan efisiensi, dan tetap selangkah lebih maju dari ancaman yang terus berkembang. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Forcepoint Menerima Peringkat 5 Bintang dari CRN Partner Program Guide
Forcepoint, pemimpin global dalam Data Loss Prevention (DLP), dengan bangga mengumumkan bahwa CRN telah memberikan peringkat 5 Bintang dalam CRN Partner Program Guide 2024. Pengakuan ini bersifat eksklusif – CRN hanya memberikan peringkat ini kepada vendor teknologi yang memberikan dukungan luar biasa kepada komunitas mitra mereka dan menunjukkan komitmen nyata terhadap kemitraan. Peringkat 5 Bintang dari CRN Partner Program Guide menyoroti vendor IT yang program kemitraannya menawarkan insentif, pelatihan, layanan, dan manfaat yang komprehensif dan kuat. Untuk program terbaik, hal ini bukan hanya formalitas—melainkan upaya yang dirancang dengan cermat untuk meningkatkan profitabilitas mitra melalui penjualan kembali dan layanan, serta memberikan pengalaman keterlibatan yang lebih baik bagi para mitra. Forcepoint Data-first SASE berfokus pada keamanan dan konektivitas berbasis cloud, dan secara unik menghadirkan keamanan data di mana saja—menyediakan penawaran berbeda bagi mitra yang mendukung bisnis saat ini sekaligus menangani tantangan utama seperti perlindungan kekayaan intelektual (IP) dan kepatuhan regulasi. Strategi layanan profesional yang dipimpin oleh mitra dari Forcepoint mempercepat sekaligus memperbesar potensi keuntungan mitra. Untuk mendukung model layanan profesional yang dipimpin oleh mitra, Forcepoint membantu mitra mengembangkan kapabilitas mereka dengan menyediakan manfaat berikut: Akses ke pelatihan pra-penjualan, teknis pra-penjualan, dan pasca-penjualan melalui e-learning. Mitra dengan status Titanium dan Platinum juga dapat menerima diskon untuk sertifikasi virtual dengan instruktur. Akses ke lisensi evaluasi untuk memungkinkan mitra berlatih dengan produk Forcepoint dan mengembangkan lini layanan baru maupun yang sudah ada, guna mendorong peluang pelanggan baru. Akses ke lingkungan lab untuk pengujian solusi. Bagi para System Engineer yang mampu menunjukkan pengetahuan yang dibutuhkan, tersedia opsi untuk langsung mengikuti ujian sertifikasi. Selain itu, Forcepoint juga menyediakan beragam manfaat untuk membantu mitra meningkatkan pendapatan dan margin keuntungan, seperti: Diskon pendaftaran transaksi dan insentif berupa rabat. Program Market Development Funds (MDF) berbasis proposal yang mendukung mitra dalam mengidentifikasi dan menutup peluang pelanggan baru. Akses ke lingkungan lab untuk demonstrasi dan lisensi evaluasi khusus untuk pelanggan tertentu. Mitra membutuhkan vendor yang benar-benar fokus pada pertumbuhan bisnis mereka melalui program kemitraan yang tangguh dan menyeluruh. Forcepoint berkomitmen untuk membantu mitra meningkatkan profitabilitas mereka dengan terus menyempurnakan program, membuka pasar baru, dan menyediakan penawaran yang berbeda. Kami terus berupaya meningkatkan pengalaman mitra dengan mengurangi hambatan dan menghadirkan manfaat baru untuk memperkuat kolaborasi mereka dengan Forcepoint. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Keamanan Data di Mana Saja: Mengamankan Data di Email
Bagian #3 dalam seri blog “Data Security Everywhere” “Perubahan adalah satu-satunya yang pasti,” sebuah pengamatan abadi dari filsuf Yunani Heraclitus, sangat relevan dalam lanskap digital modern saat ini. Saat tenaga kerja bergeser antara bekerja sepenuhnya dari jarak jauh, kembali ke kantor, atau menjalani model kerja hibrida, bisnis pun menyesuaikan diri dengan tantangan bagaimana memastikan keamanan orang yang bekerja dari mana saja dengan data yang berada di mana saja. Menutup Celah Kritis dalam Keamanan Email Dalam lingkungan yang dinamis ini, email tetap menjadi saluran paling umum terjadinya pelanggaran data. Menurut Verizon’s 2023 Data Breach Investigations Report, lebih dari 50% pelanggaran dimulai dari email. Baik akibat kesalahan yang tidak disengaja maupun niat jahat, email sering kali menjadi titik awal kebocoran data. Karena email adalah alat yang sangat penting bagi semua bisnis, isi email yang tidak sah menimbulkan risiko besar. Hal ini menegaskan pentingnya mengamankan saluran komunikasi ini secara efektif dengan satu set kebijakan yang konsisten dan dapat diberlakukan di seluruh titik akses. Forcepoint DLP untuk Email: Solusi Terdepan di Industri Forcepoint memiliki solusi unggulan, DLP untuk Email, yang memastikan informasi sensitif tetap terlindungi, sesuai regulasi, dan terkendali. Mari kita lihat bagaimana alat yang kuat ini dapat membantu organisasi mencegah kebocoran data yang tidak sah dan memastikan kepatuhan melalui saluran email. Menyederhanakan Keamanan Email – Garis Pertahanan Pertama Anda Ketika bisnis dan lembaga pemerintah meredefinisi cara mereka beroperasi, perlindungan email menjadi garis pertahanan pertama terhadap pelanggaran data. Seperti yang disebutkan dalam laporan Forrester Wave™: Enterprise Email Security, Q2 2023: “Email sering kali, dan secara tepat, dianggap sebagai garis pertempuran kritis yang harus dijaga.” Namun bagaimana organisasi dapat menghadapi tantangan mengamankan email sensitif di era kerja jarak jauh dan hibrida? Di sinilah fitur-fitur penyederhana keamanan email dari Forcepoint DLP untuk Email berperan: Perluas Kapabilitas DLP Terbaik di Industri Forcepoint DLP untuk Email terintegrasi secara mulus dengan platform email cloud terkemuka. Dengan lebih dari 1.700 templat dan pengklasifikasi data bawaan, organisasi dapat menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan di lebih dari 150 negara. Baik menggunakan Microsoft Exchange, Gmail for Business, atau penyedia email lainnya, solusi ini memastikan kebijakan keamanan data dapat diterapkan secara konsisten. Tanpa Agen Tambahan Forcepoint DLP untuk Email bekerja tanpa memerlukan agen tambahan (agentless), sehingga mudah dipasang dan dikelola. Solusi ini terintegrasi langsung dengan platform email Anda dan menghadirkan kemampuan seperti karantina, enkripsi, dan persetujuan manajer secara native dalam alur kerja email. Berbeda dari solusi yang hanya di endpoint, inspeksi dilakukan di level jaringan, sehingga perlindungan ini juga mencakup perangkat BYOD—seperti ponsel, laptop, Chromebook, dan tablet—baik yang dikelola maupun tidak. Manajemen Terpadu Solusi ini menyediakan manajemen dan penerapan kebijakan keamanan data perusahaan secara terpadu di berbagai saluran, termasuk gateway SSE seperti cloud, web, dan endpoint. Pendekatan holistik ini dirancang untuk memberikan pengelolaan kebijakan dan insiden melalui satu panel, menyederhanakan operasi keamanan dan meningkatkan visibilitas di seluruh jaringan. Penerapan Mudah dengan Integrasi Alur Kerja Native Organisasi dapat mengatur dan mempublikasikan kebijakan hanya dalam hitungan menit. Fitur alur kerja native seperti Enkripsi, Karantina, dan Persetujuan Manajer meningkatkan efisiensi dan memberikan pengalaman yang alami bagi pengguna Microsoft Exchange tanpa memerlukan konsol terpisah atau login portal lain. Melengkapi Perlindungan Ancaman Masuk Forcepoint DLP untuk Email juga melengkapi solusi perlindungan terhadap ancaman email masuk yang sudah ada. Dengan mencegah eksfiltrasi data yang tidak sah, solusi ini memperkuat posisi keamanan organisasi Anda terhadap ancaman internal dan eksternal, serta menciptakan strategi pertahanan berlapis yang tangguh terhadap ancaman siber yang terus berkembang. Nantikan pembaruan kami berikutnya terkait kolaborasi strategis dengan Abnormal Security, di mana kami bersama-sama menghadirkan perlindungan canggih terhadap serangan email paling kompleks saat ini. Melindungi Titik Ancaman Terbesar dari Pelanggaran Data Forcepoint DLP untuk Email memanfaatkan teknologi Data Loss Prevention (DLP) terdepan di industri untuk mencegah pencurian dan kehilangan data melalui vektor ancaman terbesar organisasi: email. Manajemen insiden dan kebijakan yang terpadu memberdayakan organisasi untuk melindungi informasi penting mereka dan memastikan komunikasi email tetap aman, patuh, dan efisien. Dengan Forcepoint DLP untuk Email, Anda Menjadi Selangkah Lebih Dekat Menuju Lingkungan Digital yang Aman Organisasi dapat mengharapkan hasil bisnis seperti: Meningkatkan Produktivitas – Memungkinkan orang bekerja dengan data sensitif tanpa risiko kehilangan kendali Mengurangi Biaya – Menghilangkan kebutuhan akan konsol tambahan, kebijakan ganda, dan agen khusus Menurunkan Risiko – Mencegah cara utama pencurian data terjadi Menyederhanakan Kepatuhan – Memberikan visibilitas dan kontrol konsisten atas data yang keluar dari organisasi Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Keamanan Data di Mana Saja: Kebijakan Web dan DLP yang Konsisten Tingkatkan Keamanan Data
Bagian #2 dalam seri blog “Data Security Everywhere” kami Pendekatan Data Security Everywhere dari Forcepoint memungkinkan Anda menetapkan satu set kebijakan terpadu untuk melindungi data secara konsisten di berbagai saluran. Web adalah salah satu saluran yang paling penting. Dengan semakin banyak orang bekerja dari mana saja dan menggunakan data yang disimpan di cloud atau di web, web telah menjadi saluran yang sangat penting untuk dilindungi. Web bukan lagi sekadar sarana untuk mengakses informasi—sekarang ini adalah bagian utama dari cara operasional bisnis. Karena itulah, penting bagi perusahaan untuk tidak hanya menghentikan ancaman dunia maya berbasis web, tetapi juga fokus pada perlindungan data yang digunakan oleh karyawan melalui web. Masalah: Ketidakefisienan Berkontribusi pada Ketidakkonsistenan Kebijakan DLP Untuk mengatasi tantangan dari ancaman berbasis web yang terus berkembang dan melindungi data sensitif, banyak organisasi menggunakan solusi keamanan web dan pencegahan kehilangan data (Data Loss Prevention/DLP) yang berbeda-beda. Pendekatan yang terfragmentasi ini sering menimbulkan ketidakefisienan: tim TI harus mempelajari berbagai alat; masalah interoperabilitas menciptakan proses yang terisolasi. Akibatnya, ketidakefisienan ini sering berkontribusi pada kebijakan DLP yang tidak konsisten. Ketidakkonsistenan kebijakan di berbagai platform ini pada akhirnya menciptakan risiko besar terhadap keamanan data dan kepatuhan regulasi. Forcepoint ONE, platform Data-first SASE milik kami, menyediakan solusi terintegrasi untuk keamanan data dan teknologi SSE (Security Service Edge). Forcepoint ONE memberlakukan kebijakan data dan jaringan secara bertingkat dan tersebar di lokasi yang paling dibutuhkan—dekat dengan titik akhir pengguna, infrastruktur jaringan, dan aplikasi di cloud. Salah satu kemampuan yang kami tawarkan untuk menjamin keamanan data dan web yang konsisten adalah melalui solusi Forcepoint ONE SWG. Dengan Forcepoint ONE SWG, organisasi dapat mengamankan data dan akses di web dengan kebijakan yang konsisten. Lebih dari sekadar melindungi pengguna, Forcepoint memperluas keamanan web ke program dan sistem. Organisasi dapat: Mengontrol unggahan data sensitif ke penyimpanan berbasis web (baik dari pusat data fisik maupun virtual) Mencegah unduhan malware ke perangkat IoT Melindungi akses ke aplikasi cloud yang tidak terkelola dari sistem otomatis Manfaat memperluas kebijakan keamanan data ke web: Meningkatkan produktivitas dengan memungkinkan akses aman ke situs web atau unduhan apa pun Mengurangi biaya dengan menghilangkan solusi yang redundan dan tidak terintegrasi Menurunkan risiko dengan mencegah kehilangan data di aplikasi web dan melindungi dari malware Menyederhanakan kepatuhan dengan memastikan keamanan data yang konsisten di web dan saluran lainnya Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Keamanan Data di Cloud: Mengapa Penting dan Bagaimana Memulainya
Karyawan berinteraksi dengan data bisnis yang sensitif di mana pun mereka bekerja—baik secara jarak jauh, di kantor, atau kombinasi keduanya. Memiliki keamanan data di cloud adalah hal yang sangat penting, terutama dalam industri di mana kekayaan intelektual dan data sensitif memiliki nilai tinggi, seperti farmasi atau keuangan. Namun, melindungi data memerlukan keseimbangan yang tepat; Anda tidak ingin memblokir semuanya. Menerapkan sistem dan kebijakan keamanan yang tepat adalah seperti berjalan di atas tali: perusahaan harus memungkinkan produktivitas sambil tetap melindungi data. Meskipun banyak faktor yang perlu diperhitungkan, cara Anda mengamankan data di cloud bisa diringkas dalam beberapa pertanyaan sederhana berikut: Apa saja yang boleh dilakukan pengguna terhadap data, dan bagaimana Anda menegakkan aturan tersebut saat ini? Aplikasi cloud mana yang boleh menangani jenis data tertentu, dan mana yang tidak boleh menyimpan data sensitif? Bagaimana Anda mengelola kebijakan keamanan data saat ini? Mengajukan pertanyaan yang tepat hanyalah awal dari perjalanan keamanan data Anda—dan kami siap membantu Anda menemukan jalan terbaik ke depan. Berikut beberapa hal lain yang perlu Anda perhatikan. Apa Risiko Terbesar terhadap Keamanan Data di Cloud? Penting untuk mempertimbangkan apa yang bisa terjadi jika Anda tidak memiliki sistem yang memadai untuk mengamankan data di cloud. Tanpa itu, perusahaan Anda tidak memiliki pembatas yang mengatur bagaimana pengguna berinteraksi dengan data dan bagaimana aplikasi cloud menangani data. Semakin banyak data bisnis yang diakses karyawan melalui cloud, semakin besar pula risiko terhadap kekayaan intelektual dan informasi sensitif perusahaan Anda. Menyediakan sistem yang tepat bukan hanya soal mencegah penjahat siber masuk. Keamanan data adalah tentang memungkinkan karyawan Anda bekerja dari mana saja di dunia pasca-pandemi ini. Berikut adalah beberapa risiko keamanan data di cloud yang perlu Anda ketahui agar Anda bisa lebih baik dalam melindungi rahasia, inovasi, dan kepercayaan pelanggan Anda: Shadow IT: Ketika karyawan mengunduh aplikasi tanpa izin manajemen, mereka bisa mengakses data perusahaan secara tidak sah atau membuka celah keamanan. Ancaman dari Dalam (Insider Threat): Karyawan, kontraktor, konsultan, dan mitra bisa menjadi ancaman internal, baik dengan sengaja mencuri kekayaan intelektual maupun secara tidak sengaja membagikan informasi sensitif. Eksposur Tidak Sengaja: Seorang karyawan bisa saja meninggalkan laptop atau ponsel yang tidak terkunci di tempat umum, memungkinkan orang lain melihat dan mengambil informasi terbatas. Akun yang Disusupi (Account Compromise): Akun yang diretas dapat digunakan untuk mengakses data perusahaan di cloud, berpotensi menyebabkan kebocoran data yang mengganggu operasional dan merusak kepercayaan publik. Kehilangan/Pencurian Perangkat: Perangkat BYOD (Bring Your Own Device) bisa dengan mudah hilang saat bepergian atau dalam kehidupan sehari-hari, membuat data sensitif di cloud jatuh ke tangan yang salah. Kesalahan Konfigurasi Cloud: Penjahat siber dapat menemukan celah di titik integrasi antara jaringan organisasi dan aplikasi cloud, lalu mengeksploitasinya untuk mengakses data sensitif tanpa harus melewati keamanan internal jaringan. Setelah Anda menilai risiko terhadap data cloud Anda, langkah selanjutnya adalah mentransformasi bisnis Anda—dengan aman dan efisien. Cara Menegakkan Keamanan Data di Cloud Mengamankan semua data Anda di cloud bisa terasa rumit. Usahakan untuk menyederhanakan proses ini di seluruh aplikasi cloud dan perangkat (baik yang dikelola maupun tidak) dengan mengkonsolidasikan kebijakan menjadi satu set aturan terpadu. Salah satu caranya adalah dengan memperluas Data Loss Prevention (DLP) ke cloud melalui Cloud Access Security Broker (CASB). Pendekatan ini menghilangkan kebutuhan akan banyak sistem dan sinkronisasi manual, yang merupakan hambatan besar dalam adopsi cloud. Ketergantungan pada aplikasi cloud seharusnya tidak menjadi beban. Karyawan Anda tetap produktif dengan bekerja menggunakan data, dan mereka membutuhkan akses cepat ke data penting bisnis dari mana saja. Ketika perusahaan Anda semakin bergantung pada aplikasi cloud, kami tekankan betapa pentingnya memperluas kebijakan DLP dari perangkat hingga aplikasi cloud melalui CASB. Pendekatan ini memberikan kontrol real-time dan inline untuk setiap aplikasi SaaS yang Anda gunakan—atau rencanakan untuk digunakan. Ini sangat berguna dalam menangani shadow IT, menjaga visibilitas terhadap ancaman dari dalam, dan melindungi data sensitif dari penyusupan akun atau pencurian perangkat. Keamanan Data di Cloud bersama Forcepoint Memperluas Forcepoint DLP ke aplikasi cloud merupakan bagian dari strategi Data Security Everywhere kami. Sederhanakan kepatuhan dan cegah pelanggaran di seluruh perusahaan Anda dengan pendekatan menyeluruh untuk mengamankan informasi sensitif, di mana pun data tersebut berada. Hal ini dicapai dengan fokus pada lima area utama: Mengamankan cloud, perangkat endpoint, dan perangkat BYOD Penemuan dan klasifikasi data berbasis AI Memperluas DLP ke email Perlindungan adaptif berbasis risiko untuk otomatisasi secara real-time Melindungi pengguna dan data saat menjelajah web Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Isolasi Browser Jarak Jauh: Apa Itu RBI dan Bagaimana Cara Kerjanya
Ancaman online ada di mana-mana, mengintai di setiap sudut internet. Dari situs web berbahaya hingga serangan phishing yang licik, menjaga keamanan saat berselancar di internet menjadi semakin menantang. Namun, Remote Browser Isolation (RBI), sebuah solusi keamanan canggih, melindungi sesi penelusuran web dengan menjaga perangkat dan jaringan tetap aman dari ancaman yang tersembunyi di dunia maya. Apa Itu Remote Browser Isolation? RBI adalah solusi keamanan siber yang mengisolasi aktivitas penelusuran web dari perangkat pengguna (endpoint) untuk mencegah eksekusi kode berbahaya seperti malware di perangkat lokal. Bayangkan RBI sebagai pagar pelindung yang mengelilingi browser pengguna saat mereka mengakses internet. Penghalang ini bertindak sebagai pelindung antara komputer pengguna dan situs web berbahaya, memastikan bahwa ancaman yang mungkin ada tidak pernah mencapai perangkat atau jaringan. RBI memungkinkan penerapan kerangka kerja Zero-Trust pada aktivitas browsing, memungkinkan organisasi dengan tim TI yang terbatas atau tanpa keahlian khusus dalam keamanan web untuk fokus pada tugas-tugas bernilai tinggi, daripada menghabiskan waktu untuk merespons insiden keamanan. Bagaimana Cara Kerja RBI? Ketika pengguna mengklik tautan atau mengunjungi situs web, alih-alih browser langsung mengakses konten situs, RBI mengarahkan sesi penelusuran ke server jarak jauh yang aman. Server ini bertindak sebagai browser virtual yang membuka situs web atas nama pengguna dan berinteraksi dengan kontennya dalam lingkungan terisolasi yang aman. Setelah sesi berakhir, lingkungan ini dihancurkan, menghapus semua konten termasuk malware. Hal ini memastikan bahwa kode berbahaya atau malware yang ada di situs web tidak pernah sampai ke perangkat pengguna. Pengguna tetap dapat melihat seluruh konten streaming situs web dan berinteraksi sepenuhnya — mengklik tautan, mengisi formulir, bahkan menonton video — tanpa risiko apa pun. Solusi RBI yang lengkap tidak hanya sekadar mengisolasi konten. RBI juga harus menawarkan fitur perlindungan data tingkat lanjut, termasuk kontrol terhadap fungsi situs web seperti baca dan tulis, salin/tempel (copy/paste), akses clipboard, dan pencetakan. Selain itu, solusi tangguh seperti Forcepoint RBI menyediakan kemampuan Content Disarm and Reconstruction (CDR) untuk membersihkan file unduhan, hanya menyampaikan data yang benar-benar aman. Selain efektif, organisasi menggunakan alat RBI karena kesederhanaannya. Berbeda dengan solusi antivirus yang memerlukan pembaruan dan pemeliharaan rutin, RBI bekerja secara otomatis di latar belakang. Tidak perlu pengaturan rumit atau instalasi pembaruan — cukup gunakan internet seperti biasa dengan perlindungan yang selalu aktif. Khawatir soal dampak terhadap produktivitas? RBI dirancang untuk kecepatan, memastikan pengalaman browsing tetap mulus. Dengan RBI, pengguna dapat mengakses lebih banyak situs web secara aman tanpa harus memblokir akses. Ini juga membantu tim TI mengurangi permintaan layanan (help desk) — sekaligus meningkatkan produktivitas pengguna. Siapa yang Cocok Menggunakan RBI? Solusi RBI sangat cocok untuk berbagai kelompok pengguna. Mulai dari pengguna berisiko tinggi seperti eksekutif yang sering menjadi target serangan phishing, hingga karyawan yang memantau tren industri dan kompetitor, yang mungkin tanpa sengaja mengunjungi situs berbahaya. Organisasi dengan sistem publik yang memberikan akses ke internet, seperti toko ritel atau bisnis yang menyediakan kios internet, juga mendapat manfaat besar dari penggunaan RBI. Manfaat Utama dari Remote Browser Isolation: Keamanan yang Ditingkatkan: Melindungi dari ancaman berbasis web, termasuk serangan zero-day Meningkatkan kebijakan DLP (Data Loss Prevention) dan mencegah pencurian data melalui teknik steganografi Mencegah serangan phishing Membersihkan file unduhan Produktivitas yang Lebih Tinggi: Membebaskan tim TI untuk fokus pada tugas-tugas bernilai tinggi Mengakses seluruh internet dengan aman Pengalaman browsing cepat dan alami Kemudahan Penggunaan: Tidak memerlukan agen perangkat lunak Tidak perlu manajemen patch Perlindungan terus-menerus di seluruh perangkat: laptop, tablet, dan ponsel Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!