Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa keamanan siber adalah perhatian utama bagi semua bisnis. Namun, bagi perusahaan publik, taruhannya jauh lebih besar. Menyadari hal tersebut, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) menetapkan Aturan Pengungkapan Keamanan Siber SEC, yang mewajibkan perusahaan publik untuk mengungkapkan insiden keamanan siber. Ini adalah langkah besar menuju transparansi di sektor keuangan. Tapi apa arti sebenarnya bagi aktivitas kepatuhan organisasi Anda? Asal Usul Aturan Pengungkapan Keamanan Siber SEC Aturan ini tidak muncul begitu saja. Keberadaannya mencerminkan meningkatnya ancaman siber di sektor keuangan. Secara historis, perusahaan publik di Amerika Serikat tidak diwajibkan untuk mengungkapkan insiden siber, dan kurangnya transparansi ini menimbulkan risiko bagi investor serta integritas pasar. Aturan Pengungkapan Keamanan Siber SEC diperkenalkan untuk mengatasi masalah tersebut – melindungi investor dan menjaga keadilan pasar dengan memastikan adanya transparansi terhadap insiden siber. Aturan ini berlaku bagi semua perusahaan publik dan mewajibkan mereka untuk segera mengungkapkan risiko dan insiden keamanan siber yang material. Berbagai jenis insiden termasuk dalam cakupan ini – mulai dari pelanggaran data (data breach) hingga serangan ransomware. Tujuan SEC adalah memastikan bahwa investor memiliki informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang tepat. Dengan mewajibkan pengungkapan insiden siber, SEC mendorong transparansi dan akuntabilitas di sektor publik. Persyaratan Utama bagi Perusahaan Publik Aturan ini memberlakukan beberapa persyaratan penting: Pengungkapan Risiko dan Insiden Siber secara Tepat Waktu Perusahaan harus mengungkapkan risiko dan insiden siber yang material, baik itu serangan yang berhasil maupun percobaan pelanggaran yang berpotensi berdampak signifikan. Penentuan apakah suatu insiden bersifat material diserahkan kepada kebijakan perusahaan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti: Jenis insiden Dampak terhadap operasional atau kesehatan finansial Potensi kerugian terhadap pelanggan atau hubungan bisnis Pengungkapan Kebijakan Tata Kelola Keamanan Siber Perusahaan harus mengungkapkan kebijakan tata kelola keamanan siber mereka, termasuk peran dewan direksi dalam pengawasan kebijakan tersebut. Ini menekankan pentingnya kepemimpinan dalam mengelola risiko siber. Perusahaan juga diwajibkan untuk meninjau dan memperbarui strategi keamanan mereka secara rutin. Rencana Tanggap Insiden (Incident Response Plan) Perusahaan publik harus memiliki rencana tanggap insiden yang didokumentasikan dan siap dilaksanakan, serta disampaikan dalam pengungkapan sebagai bukti kesiapan menghadapi ancaman siber. Penegakan dan Sanksi atas Ketidakpatuhan SEC bertanggung jawab atas penegakan aturan ini. Mereka memiliki wewenang untuk menyelidiki pelanggaran dan menjatuhkan sanksi, mulai dari denda hingga penangguhan atau pencabutan registrasi sekuritas perusahaan. Namun, dampak ketidakpatuhan tidak berhenti pada sanksi hukum. Reputasi perusahaan bisa rusak, kepercayaan investor menurun, dan dalam kasus yang berat, perusahaan dapat menghadapi gugatan hukum dari pemegang saham. Karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk patuh dan menjaga transparansi dalam pengungkapan keamanan siber mereka. Bagaimana Forcepoint Mempermudah Kepatuhan Keamanan Siber Forcepoint menawarkan berbagai solusi keamanan yang dirancang untuk mempercepat, menyederhanakan, dan memastikan pelaksanaan kegiatan kepatuhan secara efektif – dengan opsi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap organisasi. Dengan pendekatan “Data Security Everywhere”, Forcepoint memberikan visibilitas dan kendali menyeluruh terhadap data di semua saluran tempat karyawan berinteraksi. Pendekatan ini mempermudah kepatuhan terhadap keamanan data, terutama untuk data sensitif. Bagi organisasi yang mengedepankan cloud, cara paling efektif untuk mencapai “Data Security Everywhere” adalah dengan menggabungkan: Data Security Posture Management (DSPM) → untuk deteksi proaktif Forcepoint ONE Data Security → solusi cloud-based DLP (Data Loss Prevention) Gabungan ini memberikan visibilitas nyata dengan kontrol yang sangat detail. Solusi DLP Forcepoint dilengkapi dengan lebih dari 1.700 kebijakan, templat, dan klasifikasi siap pakai – yang terbesar di industri – mencakup kepatuhan di lebih dari 150 wilayah. Forcepoint DLP juga dapat terintegrasi dengan SIEM Anda, serta mendukung Risk-Adaptive Protection untuk menganalisis perilaku pengguna dan secara otomatis mendeteksi serta menanggapi ancaman dari dalam organisasi. Melalui platform Forcepoint ONE, tim keamanan bisa menerapkan dan menyesuaikan kebijakan di cloud, web, dan aplikasi privat hanya dalam beberapa klik. Platform ini juga menyertakan antarmuka pelaporan insiden terpadu untuk semua data Anda, meningkatkan efisiensi pelaporan dan audit untuk keperluan kepatuhan. Buat Kepatuhan Keamanan Siber Lebih Pasti dan Terukur Lihat bagaimana pendekatan Data Security Everywhere dapat menghilangkan ketidakpastian dalam upaya kepatuhan keamanan siber Anda. Pelajari lebih lanjut tentang Data Security Everywhere, atau hubungi pakar Forcepoint untuk menjadwalkan demo produk yang disesuaikan dengan kebutuhan organisasi Anda. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Tag: forcepoint
Waspadai HTML yang Menyamar sebagai Halaman Login Penampil PDF
Email phishing menargetkan departemen pemerintahan di kawasan Asia Pasifik (APAC) Serangan phishing telah berkembang menjadi skema yang semakin canggih, dirancang untuk menipu pengguna agar mengungkapkan informasi pribadi mereka. Salah satu metode yang kini semakin marak adalah email phishing yang menyamar sebagai halaman login penampil PDF (PDF Viewer). Email-email menipu ini menarik pengguna yang lengah untuk memasukkan alamat email dan kata sandi mereka, sehingga membahayakan keamanan akun mereka. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan secara rinci bagaimana skema phishing ini bekerja dan bagaimana Anda dapat melindungi diri agar tidak menjadi korban. Penemuan oleh Forcepoint X-Labs Forcepoint X-Labs baru-baru ini mengamati sejumlah besar kasus email phishing dalam sistem telemetri kami, yang menargetkan berbagai departemen pemerintahan di kawasan APAC. Email-email tersebut menyamar sebagai halaman login penampil PDF. (Lihat Gambar 1). Kami mencatat bahwa email tersebut berasal dari pengirim yang sama, yaitu: 📧 hachemi52d31[at]live[.]fr Contoh Email: Menyamar sebagai Halaman Login Penampil PDF Ketika file HTML yang terlampir dibuka di peramban (browser), pengguna akan diarahkan ke halaman login palsu yang meminta pengguna memverifikasi kata sandi mereka. Tujuan utamanya adalah mencuri kredensial korban. (Lihat Gambar 2). Kode HTML Tersembunyi Memasukkan kata sandi pada halaman ini sangat berisiko, sehingga perlu dilakukan investigasi lebih lanjut terhadap isi file HTML. Kami menemukan adanya tag tersembunyi dan kode JavaScript yang disamarkan (obfuscated). Ini merupakan teknik umum yang digunakan oleh penyerang untuk menyembunyikan niat jahat mereka. Kode JavaScript yang digunakan tampaknya telah dikaburkan dengan menggunakan array string dan indeks heksadesimal untuk menyamarkan isi sebenarnya. Setelah dilakukan proses decoding, berikut adalah fungsi utama dari JavaScript yang telah diuraikan: Fungsi dari JavaScript yang Telah Diuraikan (De-Obfuscated) Kode ini melakukan hal-hal berikut: Membaca nilai dari elemen dengan ID: #f, #rc, #rdrt, dan #domain_redirect. Nilai-nilai ini diambil dari input tersembunyi. Memasang event listener pada peristiwa “document ready” dan mendeteksi tekanan tombol Enter (kode 13), yang kemudian memicu klik pada tombol submit #sub-btn. Mengekstrak bagian hash dari URL dan menggunakannya untuk menampilkan alamat email korban pada elemen tertentu. Saat tombol #sub-btn diklik, dilakukan serangkaian validasi: Apakah kolom email kosong? Apakah format email valid? Apakah elemen #div2 terlihat? Apakah kolom kata sandi kosong? Jika semua validasi berhasil, kode mengirim permintaan AJAX POST berisi email dan kata sandi ke URL yang disimpan di elemen #f. Selama proses ini, ditampilkan pesan “mengunduh” dan form akan di-reset. Jika kondisi tertentu terpenuhi (berdasarkan nilai rc), pengguna akan dialihkan (redirect) ke URL lain, yakni #rdrt. Kesimpulan: Kode Ini Adalah Upaya Phishing Kode ini jelas merupakan upaya phishing untuk mengumpulkan kredensial pengguna. Struktur HTML-nya dirancang menyerupai situs resmi, lengkap dengan form login dan pesan error. Namun, semuanya bertujuan menipu dan mencuri informasi pribadi. Lihat Gambar 4 untuk URL tujuan akhir setelah login palsu. ⚠️ Kesimpulan Akhir Kode ini berbahaya dan tidak boleh dipercaya atau digunakan. Jika Anda menemukan kode semacam ini di internet: Jangan berinteraksi dengan situs tersebut. Jangan masukkan informasi pribadi ke dalam formulir yang mencurigakan. Laporkan situs atau kode semacam ini ke otoritas keamanan siber setempat. 🛡️ Pernyataan Perlindungan Forcepoint Pelanggan Forcepoint dilindungi dari ancaman ini pada berbagai tahap serangan: Tahap 1 (Pengintaian) – Pengumpulan alamat email. Alamat pengirim disaring dan diblokir. Tahap 2 (Penjebakan) – Pengiriman file HTML berbahaya melalui email. Diblokir oleh sistem analitik email. Tahap 3 (Pengalihan) – Setelah korban mengisi data, diarahkan ke halaman faktur kartu kredit. URL ini diblokir berdasarkan klasifikasi keamanan. Tahap 6 (Komunikasi Balik) – Data dikirim ke server phishing. URL dikategorikan dan diblokir. Indikator Kompromi (IOC) Email penyerang potensial: hachemi52d31@live[.]fr Subjek email: Fwd: Smoooth Delivery Proof – Friday, May 17, 2024 Fwd: Prooof of Payment – Saturday, May 18, 2024 URL Phishing: hxxp://s810733.ha007.t.mydomain.zone/xille/msn-ai.php hxxp://s810733.ha007.t.mydomain.zone/msn-ai.php URL Gambar Faktur Kartu Kredit: hxxps://b1498432.smushcdn.com/1498432/wp-content/uploads/Credit-Card-Payment-Invoice-768×993.png?lossy=1&strip=1&webp=1 SHA1 dari File HTML: 3fcae869e82602a8e809c6eb89856f81148df474 Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Bagaimana DSPM, Cloud DLP, dan Risk-Adaptive Protection (RAP) Menyederhanakan Keamanan Data
Cara bisnis beroperasi saat ini lebih kompleks dari sebelumnya. Data terus berpindah dari lokasi tradisional di lingkungan on-premises ke lingkungan cloud. Orang-orang mengakses data dari mana saja, dan mengikuti berbagai persyaratan regulasi data menjadi tantangan tersendiri. Itulah mengapa cara organisasi mengamankan data — yang kini tersebar di berbagai tempat — menjadi sangat krusial. Di Forcepoint, kami memiliki misi untuk menyederhanakan cara organisasi melindungi data mereka melalui kerangka kerja Data Security Everywhere. Tiga komponen utama dari kerangka ini adalah Forcepoint DSPM, Forcepoint ONE Data Security, dan Risk-Adaptive Protection (RAP). Bila digunakan bersama, ketiganya menghadirkan kemampuan yang kuat untuk menyederhanakan perlindungan data dari ujung ke ujung — mulai dari menemukan data di lokasi penyimpanan cloud dan on-premises, menerapkan DLP di berbagai saluran utama, hingga memantau interaksi pengguna terhadap data secara berkelanjutan. Forcepoint DSPM Menyederhanakan Visibilitas dan Kontrol Data Forcepoint DSPM menghadirkan visibilitas data yang cepat dan akurat, yang melengkapi solusi DLP kami yang terdepan di industri. Kemampuan utama yang disediakan: Penemuan Data Menyeluruh: Dengan berbagai konektor, DSPM dapat memindai hingga 1 juta file per jam dari satu sumber data, baik di cloud maupun on-premises. Klasifikasi Data Bertenaga AI: DSPM menggunakan AI dan model bahasa besar (LLM) untuk mengklasifikasikan data secara akurat dan efisien, memastikan bahwa data sensitif teridentifikasi dan dilindungi dengan benar, serta mengurangi false positive. Organisasi juga dapat melatih model AI sesuai kebutuhan unik mereka. Orkestrasi Alur Kerja: Menyatukan para pemangku kepentingan utama dalam organisasi untuk memastikan pelacakan kepemilikan dan akuntabilitas data yang efisien. Dengan menghilangkan silo dan memfasilitasi kolaborasi, organisasi akan mendapatkan kejelasan data dan efisiensi operasional yang lebih baik. Forcepoint ONE Data Security Menyederhanakan Kepatuhan dan Manajemen Kebijakan Forcepoint ONE Data Security (Cloud DLP) menyederhanakan perlindungan data dengan solusi DLP berbasis cloud yang memberikan manajemen dan penegakan kebijakan secara terpadu di aplikasi cloud, web, email, dan endpoint. Fitur utamanya meliputi: Manajemen Kebijakan Terpadu: Dengan lebih dari 700 klasifikasi dan template kebijakan yang telah ditentukan sebelumnya, penyebaran ke ratusan ribu endpoint dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit (dibanding solusi lain yang bisa memakan waktu hingga 24 jam). Pelaporan dan Peringatan Terintegrasi: Manajemen insiden real-time dan pelaporan terintegrasi memberikan gambaran menyeluruh tentang insiden keamanan data, sehingga admin bisa merespons dan memprioritaskan tindakan dengan cepat. Kepatuhan Global: Kebijakan siap pakai untuk lebih dari 150 wilayah hukum membantu menyederhanakan kepatuhan terhadap regulasi data global. Risk-Adaptive Protection (RAP) Menyederhanakan Manajemen Perilaku Berisiko RAP meningkatkan keamanan tradisional dengan terus memantau dan menyesuaikan diri terhadap perilaku serta tingkat risiko pengguna. Kemampuan utama RAP: Penilaian Risiko Berkelanjutan: RAP menggunakan data dari DLP dan aktivitas pengguna untuk menghitung skor risiko pengguna secara real-time, lalu menerapkan kebijakan keamanan yang sesuai dengan tingkat risiko tersebut. Penegakan Kebijakan Otomatis: Penggunaan otomatisasi dalam penegakan kebijakan mengurangi kebutuhan intervensi manual. Wawasan Perilaku Pengguna: RAP memberikan wawasan tentang perilaku pengguna, mengidentifikasi potensi ancaman orang dalam (insider threats) dan aktivitas tidak biasa yang dapat menunjukkan risiko keamanan. Kesimpulan Jika digunakan bersama, Forcepoint DSPM, Forcepoint ONE Data Security, dan RAP menawarkan pendekatan terpadu dan sederhana untuk: Meningkatkan perlindungan data Memastikan kepatuhan terhadap regulasi Meningkatkan efisiensi operasional Beradaptasi terhadap kebutuhan bisnis dan ancaman keamanan data yang terus berkembang Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
7 Contoh Bagaimana AI Meningkatkan Keamanan Data
Ponsel pintar telah merevolusi—yah, hampir semua hal yang kita lakukan. Dan meskipun kita masih berada di tahap awal, tampaknya Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI) akan memberikan dampak luas yang serupa. Kemampuan AI dalam menganalisis data dalam jumlah besar dan mengidentifikasi pola menjadikannya alat yang sangat berharga bagi perusahaan—terutama yang memiliki lebih banyak data daripada yang mereka sadari. AI dapat mendeteksi anomali halus yang mungkin menunjukkan adanya pelanggaran keamanan, serta terus belajar dan beradaptasi dari waktu ke waktu, sehingga efektivitasnya dalam mencegah serangan dan mengurangi false positive pun meningkat. Karakteristik ini menjadikan AI berpotensi mengubah wajah dunia keamanan siber. Tapi kita tidak perlu menebak-nebak potensi AI—berikut adalah beberapa contoh nyata penggunaan AI dalam keamanan data saat ini: Penemuan dan Klasifikasi Data Dengan petabyte data yang mengalir melalui penyimpanan lokal dan cloud serta diakses oleh pengguna di seluruh dunia, proses penemuan dan klasifikasi data yang berkelanjutan menjadi elemen penting dalam strategi keamanan data. AI dapat meningkatkan akurasi klasifikasi data secara signifikan. Sebagai contoh, Forcepoint Data Security Posture Management (DSPM) menggunakan model 50 dimensi berbasis machine learning yang terus dilatih seiring proses klasifikasi, sehingga semakin presisi dari waktu ke waktu. Hasil akhirnya adalah pengurangan false positive dan peningkatan posture keamanan secara keseluruhan. Deteksi Ancaman Salah satu contoh paling umum dari penggunaan AI dalam keamanan data adalah pengembangan sistem deteksi ancaman yang canggih. Sistem ini memanfaatkan machine learning untuk menganalisis pola lalu lintas jaringan dan mengidentifikasi aktivitas mencurigakan yang bisa menjadi indikasi serangan siber. Alat bertenaga AI dapat memantau lalu lintas jaringan secara real-time, dengan cepat mengenali dan memberi peringatan kepada tim keamanan atas aktivitas mencurigakan. Karena ancaman siber terus berkembang, sistem AI pun terus belajar dan menyesuaikan diri, sehingga dapat mendeteksi ancaman baru dan menghentikan pelaku sebelum data dikompromikan. Manajemen Identitas dan Akses Kemampuan deteksi anomali yang dimiliki AI juga dapat digunakan untuk memantau akses ke aplikasi. Jika ada pengunjung yang tidak diinginkan, AI dapat membantu tim keamanan mendeteksinya dengan cepat. Alat pencatatan dan manajemen akses (Identity and Access Management atau IAM) bisa menggunakan AI untuk menganalisis perilaku pengguna dan mendeteksi keanehan—seperti waktu login yang tidak biasa atau pola akses data yang janggal—yang bisa mengindikasikan akun yang diretas. Setelah mendeteksi anomali, AI bisa secara otomatis mengambil tindakan seperti memblokir akses atau memberi peringatan kepada petugas keamanan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Deteksi dan Pencegahan Phishing Serangan phishing terus menjadi ancaman yang merajalela, dan AI sangat efektif dalam menghadapinya dengan bantuan Natural Language Processing (NLP). Sistem AI seperti Abnormal Security mampu menganalisis bahasa dan metadata email untuk mendeteksi tanda-tanda phishing, seperti anomali bahasa yang halus atau alamat email yang dipalsukan. Seiring teknik phishing yang semakin canggih, alat AI pun dapat terus belajar dari contoh baru, meningkatkan kemampuannya dalam mengenali email phishing yang semakin licik. Security Information and Event Management (SIEM) Sebagai solusi yang sangat bergantung pada data, SIEM adalah contoh sempurna bagaimana AI dapat meningkatkan efisiensi analisis data keamanan dan event logs. AI mampu mengkorelasikan data dari berbagai sumber, memberikan gambaran menyeluruh tentang kejadian keamanan dan membantu mengidentifikasi pola serangan kompleks atau perilaku ancaman dari dalam. AI juga membantu memprioritaskan ancaman berdasarkan tingkat keparahannya, memastikan tim keamanan dapat fokus pada risiko data yang paling kritis terlebih dahulu. Pemindaian dan Penambalan Kerentanan Manajemen patch adalah tantangan bagi semua perusahaan, besar maupun kecil. Menjaga agar tetap selaras dengan jumlah kerentanan yang terus bertambah tanpa menguras waktu dan tenaga tim TI adalah sesuatu yang sulit. AI dapat membantu dalam berbagai aspek proses ini, mulai dari mengidentifikasi patch mana yang paling penting berdasarkan tingkat keparahannya, hingga menerapkannya secara otomatis. Solusi ini selalu aktif dan dapat melindungi perusahaan dari ancaman baru yang jika tidak ditangani dapat membahayakan data. Pelatihan Keamanan Siber Berbasis AI Terakhir, AI juga merevolusi pelatihan keamanan siber dengan menyediakan pengalaman belajar yang interaktif dan dipersonalisasi. AI dapat menilai pengetahuan dan keterampilan individu, lalu menyesuaikan konten pelatihan berdasarkan kebutuhan belajar masing-masing. Simulasi berbasis AI menciptakan skenario realistis bagi para profesional keamanan siber untuk melatih keterampilan mereka, meningkatkan kesiapan mereka dalam menghadapi ancaman dunia nyata. Dengan berbagai penerapan ini, AI bukan hanya membantu menjaga keamanan data, tapi juga membentuk masa depan keamanan siber yang lebih adaptif, proaktif, dan efisien. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Praktik Terbaik Kebijakan Retensi Data: Panduan Pengguna
Bayangkan retensi data seperti menyimpan barang pribadi yang sedang tidak digunakan. Praktik paling mudah adalah menumpuk semuanya di garasi atau loteng dan menyimpannya “kalau-kalau” dibutuhkan nanti. Namun jika tidak rajin mengatur dan membuang barang yang sudah tidak diperlukan, pendekatan ini justru menjadi kontra-produktif: Anda bisa kehilangan jejak lokasi barang, memiliki duplikat alat yang sama, membuat barang kenangan rusak karena kondisi lingkungan buruk, atau bahkan mengalami pencurian. Meskipun tampak bertanggung jawab menyimpan data yang dulu penting, satu-satunya pendekatan yang benar-benar aman adalah menyimpan data secara selektif—apa yang disimpan dan berapa lama disimpannya. Inilah alasan pentingnya kebijakan retensi data bagi organisasi Anda. Membuat kebijakan retensi data yang kuat bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan pemahaman mendalam tentang persyaratan hukum, kebutuhan operasional, dan kemampuan teknologi. Setiap industri dan wilayah memiliki aturan hukum sendiri terkait retensi data, dan ketidakpatuhan terhadap hukum ini dapat menyebabkan sanksi serius serta hilangnya kepercayaan pelanggan. Enam Praktik Terbaik Retensi Data Berikut enam praktik terbaik yang dapat membantu Anda membuat kebijakan retensi data yang efektif atau meningkatkan kebijakan yang sudah ada. Anda mungkin akan menambah daftar ini seiring waktu, namun mengabaikan salah satu prinsip dasar ini akan meninggalkan celah dalam postur keamanan Anda: Tinjauan dan pembaruan kebijakan secara berkala Penghapusan data setelah masa retensi berakhir Enkripsi dan pembuangan data yang aman Pelatihan dan komunikasi kebijakan Audit untuk pemahaman dan kepatuhan Otomatisasi dan visibilitas Praktik Terbaik dalam Membuat Kebijakan Retensi Data Tinjauan dan Pembaruan Kebijakan Secara Berkala Lakukan peninjauan rutin dan perbarui kebijakan untuk mencerminkan perubahan terbaru dalam regulasi hukum, teknologi, dan tanggung jawab bisnis. Aturan privasi baru bisa mengharuskan perubahan cara Anda menangani data pelanggan, sementara adopsi teknologi seperti AI mungkin menuntut pembaruan prosedur penyimpanan dan penghapusan data. Penghapusan Data Setelah Masa Retensi Berakhir Menentukan masa retensi yang tepat untuk setiap jenis data adalah hal krusial. Misalnya, menghapus catatan keuangan terlalu cepat dapat menyulitkan saat audit; sedangkan menyimpan Personally Identifiable Information (PII) terlalu lama meningkatkan risiko jika terjadi pelanggaran data. Penentuan masa retensi harus mempertimbangkan: Jenis data Relevansi terhadap operasi bisnis Persyaratan hukum Alat seperti Forcepoint DSPM dapat mengidentifikasi file yang sudah waktunya dihapus berdasarkan usia file tersebut. Enkripsi dan Pembuangan Data yang Aman Enkripsi adalah standar emas dalam penyimpanan data karena melindungi data dari akses tidak sah selama masa retensi. Enkripsi juga berperan dalam penghapusan data: dengan menghapus encryption key, data terenkripsi menjadi tidak bisa diakses selamanya. Ini disebut cryptographic erasure, metode yang efisien dan aman untuk membuang data—terutama untuk data dalam jumlah besar dan perangkat penyimpanan yang tidak bisa dimusnahkan secara fisik. Pelatihan dan Komunikasi Kebijakan Kebijakan hanya efektif jika dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh organisasi. Pelatihan dan komunikasi yang jelas sangat penting agar karyawan memahami kebijakan, tujuannya, serta peran mereka. Manfaat pelatihan formal dapat ditambah dengan coaching dalam situasi nyata. Misalnya, solusi Data Loss Prevention (DLP) yang baik dapat memblokir tindakan tidak tepat sekaligus memberikan bimbingan edukatif—sehingga karyawan yang mencoba menyalin data sensitif ke email pribadi atau chatbot AI bisa belajar dari kesalahan dan menjadi lebih bertanggung jawab. Audit untuk Pemahaman dan Kepatuhan Pemahaman dan kepatuhan harus dipastikan secara berkelanjutan dan membutuhkan keterlibatan semua karyawan. Audit rutin bisa membantu mengidentifikasi kesenjangan dan ketidaksesuaian. Audit harus diikuti oleh tindakan korektif dan pelatihan ulang jika diperlukan. Hasil audit juga dapat digunakan untuk menyempurnakan materi pelatihan dan strategi komunikasi. Otomatisasi dan Visibilitas Visibilitas terhadap data sangat penting untuk memahami lokasinya dan cara melindunginya. Beberapa solusi keamanan menyediakan kemampuan untuk melacak dan mengelola data sepanjang siklus hidupnya—dari penciptaan hingga penghapusan. Penemuan data otomatis menjadi fondasi visibilitas berkelanjutan di seluruh organisasi. Carilah solusi yang mengandalkan otomatisasi secara efektif agar Anda selalu mengetahui di mana data berada dan bagaimana kondisinya. Forcepoint DSPM: Visibilitas Berkelanjutan dan Kontrol Penuh atas Data Ingat: kebijakan retensi data bukan proyek satu kali—melainkan komitmen berkelanjutan terhadap perlindungan data dan kepatuhan regulasi. Menggunakan solusi keamanan yang tepat dapat membuat kebijakan Anda benar-benar berjalan dan melindungi organisasi dari pemborosan maupun pelanggaran data yang mahal. Forcepoint Data Security Posture Management (DSPM), yang didukung oleh Getvisibility, menyediakan visibilitas dan kontrol yang dibutuhkan untuk menerapkan dan memelihara kebijakan retensi data. Dengan otomatisasi berbasis AI, solusi ini semakin akurat dalam menemukan dan mengklasifikasi data di seluruh organisasi. Forcepoint DSPM secara otomatis dapat: Menemukan dan mengatasi masalah seperti ROT (redundan, usang, atau sepele) Memindahkan file yang salah tempat ke lokasi penyimpanan yang tepat Menyediakan visibilitas atas lokasi data, siapa pemiliknya, dan siapa yang memiliki akses Selain itu, DSPM mampu memberikan respons insiden hampir secara real-time dan membantu memblokir atau menahan aktivitas berisiko yang dapat menyebabkan kebocoran data. Kemampuannya untuk menemukan data dengan cepat juga sangat berguna untuk memenuhi persyaratan audit dan kepatuhan. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Menelusuri Trojan Perbankan Metamorfo
Trojan perbankan semakin marak belakangan ini. Kali ini kita akan membahas salah satu kampanye malware yang dikenal dengan nama Metamorfo. Malware ini menyebar melalui kampanye malspam, dengan menggoda pengguna agar mengklik lampiran HTML. Setelah diklik, serangkaian aktivitas akan dijalankan, semuanya berfokus pada pengumpulan metadata sistem. Metamorfo terkenal karena kemampuannya sebagai trojan perbankan dan telah menjadi perhatian besar di dunia keamanan siber. Rantai Infeksi: Email (.eml) → ZIP → HTML → URL (menghindari deteksi) → ZIP → HTA → PowerShell (.ps1) → ZIP → A3X (script AutoIt yang dienkode) → shellcode File HTML berisi obfuscation dasar, yang setelah didekode akan menampilkan URL tujuan koneksi. Analisis Langkah demi Langkah Saat HTML didekode, terlihat URL yang dituju: hxxps://shorturl[.]at/cdhHJ Saat dibuka, URL tersebut menampilkan pesan: “Sorry, you have been blocked”, menandakan adanya pembatasan geografis (geo-evasion). Namun saat diakses dari lokasi seperti Meksiko, URL dapat terbuka dan mengunduh file ZIP dengan nama acak (misal: {{name.zip}}). ZIP tersebut berisi file .hta dan .xml. File .hta menunjukkan adanya obfuscation saat dianalisis secara statis. Setelah didekode, muncul pola URL baru: hxxps://facturacioncontable[.]com/ldvb/0105 Script PowerShell yang Diunduh Saat URL tersebut diakses, file PowerShell yang tersamar diunduh. Script tersebut berisi encoded base64 dan saat didekode memperlihatkan perilaku sebagai berikut: Ringkasan Perilaku PowerShell: Mengecek info sistem: antivirus, nama komputer, versi OS Membangun koneksi ke server jarak jauh dan mengirimkan data sistem Mengunduh dan mengeksekusi payload berbahaya Membuat shortcut dan file batch di lokasi seperti AppData dan folder Startup Menonaktifkan/menghindari software keamanan Modifikasi registry untuk membuat akun admin baru Mematikan sistem setelah eksekusi — dan saat sistem dinyalakan ulang, shortcut dan batch file akan memicu eksekusi otomatis malware PowerShell juga terhubung ke: hxxps://facturacioncontable[.]com/m[.]zip yang berisi AutoIt executable (bersih), file skrip .a3x, dan file batch yang digunakan untuk mengumpulkan informasi dari sistem yang telah dikompromi. Persistence & Registry Hijack Script melakukan: Modifikasi registry Mengubah pengaturan safeboot Menambahkan file batch Mematikan sistem dalam rentang waktu tertentu untuk menjamin persistensi Misalnya, pada Gambar 9.1, script mengubah registry dan menambahkan foi.bat, sedangkan di Gambar 9.2, ditemukan foi.txt yang merupakan batch file. Script batch tersebut: Menghapus safeboot Menghapus file .dll dan .sys Mematikan sistem Saat dinyalakan ulang, file dan pengaturan ini menyebabkan malware aktif kembali secara otomatis. PowerShell digunakan untuk menyebar file ke lokasi mencurigakan, mematikan sistem, dan mempertahankan kehadiran malware guna mencuri data seperti nama komputer, pengaturan sistem, aktivitas keyboard (keylogging), dan mengirimkannya ke server kompromi. Kesimpulan Metamorfo, juga dikenal sebagai Casbaneiro, adalah trojan perbankan terkenal yang menargetkan informasi keuangan korban, termasuk kredensial perbankan. Malware ini terutama menargetkan kawasan Amerika Utara dan Selatan. Distribusinya dilakukan melalui email phishing, dengan lampiran berbahaya yang ketika diklik memulai rantai infeksi dan mengarah ke kompromi data pengguna. Pernyataan Perlindungan Pelanggan Forcepoint terlindungi dari ancaman ini pada beberapa tahap: Tahap 2 (Umpan): Lampiran berbahaya telah diidentifikasi dan diblokir. Tahap 3 (Redirect): URL redirect telah dikategorikan dan diblokir. Tahap 5 (Dropper File): File dropper dimasukkan ke dalam basis data Forcepoint dan diblokir. Daftar IOC (Indicators of Compromise) IP Address: css CopyEdit 54.39.10[.]87 20.206.126[.]228 89.116.236[.]122 158.69.110[.]217 89.117.37[.]61 … Domain: css CopyEdit vqz8[.]gotdns[.]ch nhoquemassa[.]com 09dfwss6g1v73sya[.]online albumdepremios[.]com[.]br … URL: perl CopyEdit hxxp://86.38.217[.]167/13/index[.]php hxxp://86.38.217[.]167/ps1/index[.]php hxxp://adbd[.]tech/26/index[.]php … Hash HTML: python-repl CopyEdit 428fe9b7608cd82303e27103c3058ecd61bd58a6 bbf3387c82a600053e2fdfef6491cc20d099dd0a … Hash PowerShell: nginx CopyEdit a9e9df6762418bbed030e825099282da59278db0 e2218b08b6dd53fa115ad50b70f41d0f0a080ce6 File .a3x: CopyEdit 2bd4acea5c3bf107cc6615af65d1617c847814cc 4b5b7cf403ac7d6e3dd787104e3e6bd088743815 Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Dari Dokumen ke Skrip: Mengungkap Kampanye Darkgate
Salah satu metode utama penyebaran Darkgate adalah melalui email phishing. Dengan membajak akun email dan mendistribusikan lampiran berbahaya, malware ini mampu menyebar lebih luas ke jaringan korban potensial. Darkgate memanfaatkan jenis file lampiran yang umum seperti XLSX, HTML, dan PDF. Malware ini sering dirancang untuk berjalan diam-diam dan bertahan lama, sehingga sulit terdeteksi dan dihapus. Dampaknya bisa berupa kehilangan data pribadi, kerugian finansial akibat penipuan atau pemerasan, serta kebocoran informasi sensitif. Artikel ini membahas secara rinci kampanye terbaru Darkgate yang diidentifikasi oleh tim riset X-Labs Forcepoint. Kampanye dimulai dari serangan email kompromi, yang menyertakan faktur palsu dari ‘Intuit Quickbooks’ dalam format PDF. Pengguna diarahkan untuk menginstal Java guna melihat faktur, lengkap dengan tautan. Saat tautan diklik, pengguna diarahkan ke URL yang dibatasi wilayah (geofencing) yang secara tidak sengaja mengunduh payload tahap berikutnya. Analisis File PDF Berbahaya Melalui analisis terhadap file PDF mencurigakan bernama “may-document_[nomor].pdf”, ditemukan bahwa dokumen tersebut berisi gambar XObject besar dengan tautan tertanam. Saat pengguna mengeklik tautan, file .JAR (Java Archive) berbahaya akan diunduh. URL yang terkait dengan aktivitas ini menunjukkan pola historis yang mirip dengan domain dan path yang sebelumnya digunakan oleh pelaku ancaman QakBot. Tahap Selanjutnya: Analisis File JAR Saat file JAR diperiksa menggunakan JD-GUI, ditemukan file .PNG dan file .class. Di dalam file class ini terdapat fungsi Java yang berusaha mengunduh file .ZIP ke direktori *C:\Downloads* melalui perintah curl.exe yang disamarkan. Setelah ZIP berhasil diunduh, perintah PowerShell dijalankan untuk mengekstrak kontennya menggunakan perintah expand-archive. Payload Tambahan: Skrip AutoIt Berbahaya File class dalam JAR juga memiliki fungsi lain yang dirancang untuk mengunduh file dengan ekstensi .MSI. Setelah ZIP diekstrak, ditemukan file autoit3.exe dan skrip AutoIt terkompilasi dengan ekstensi .a3x. File JAR kemudian menjalankan perintah cmd /c yang disamarkan untuk mengeksekusi skrip AutoIt tersebut. Menariknya, Darkgate telah diketahui sebelumnya menggunakan AutoIt dalam kampanye sebelumnya. Skrip ini tampaknya dikompilasi dengan AutoIt versi 3.26 atau lebih baru, ditunjukkan dengan header ‘AU3!EA06’. Fungsi Obfuscated & Eksekusi Shellcode Skrip AutoIt yang telah didekompilasi mengungkap fungsi-fungsi obfuscated seperti BITXOR dan BinaryToString() untuk menyembunyikan fungsionalitas aslinya. Skrip ini menyimpan data besar dalam variabel lokal melalui operasi penggabungan string. Fungsi seperti DLLSTRUCTCREATE() dan DLLSTRUCTSETDATA() digunakan untuk membentuk struktur dan memuat byte ke dalam memori — kemungkinan besar untuk manipulasi atau interaksi dengan sumber daya sistem. Skrip ini selanjutnya mengeksekusi shellcode langsung di memori dan membangun koneksi ke server C&C botnet jarak jauh. Kesimpulan Kampanye Darkgate yang diurai oleh tim Forcepoint ini berawal dari email phishing yang menyamar sebagai faktur QuickBooks dan mengarahkan pengguna untuk menginstal Java. Tautan yang diklik mengarah ke URL geofencing, dan tanpa disadari mengunduh file JAR berbahaya. File tersebut mengunduh payload lanjutan seperti skrip AutoIt, yang kemudian mengeksekusi shellcode dan berkomunikasi dengan server Command and Control (C&C). Penggunaan pola URL historis dan teknik malware canggih menunjukkan tingginya tingkat ancaman dari kampanye ini. Pernyataan Perlindungan Pelanggan Forcepoint terlindungi dari ancaman ini pada tahap-tahap berikut: Tahap 2 (Umpan) – Lampiran berbahaya dalam serangan ini telah diidentifikasi dan diblokir. Tahap 5 (Dropper File) – File dropper telah dimasukkan ke dalam basis data Forcepoint dan diblokir. Tahap 6 (Komunikasi C&C) – Domain C&C telah diblokir. Indikator Kompromi (IOCs) URL Tahap Awal: afarm[.]net/uvz2q affixio[.]com/emh0c affiliatebash[.]com/myu0f afcmanager[.]net/jxk6m adventsales[.]co[.]uk/iuw8a amikamobile[.]com/ayu4d adztrk[.]com/ixi7r aerospaceavenue[.]com/cnz8g amishwoods[.]com/jwa4v URL Tahap Kedua: smbeckwithlaw[.]com/1[.]zip Server C2: kindupdates[.]com Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Forcepoint Menyambut Perangkat Berbasis ARM: Melindungi Evolusi Digital Anda
Di dunia yang terus berkembang secara teknologi, Forcepoint dengan bangga mengumumkan langkah penting dalam mewujudkan visi Data Security Everywhere. Di era di mana orang dapat bekerja dari mana saja dan data tersebar di mana-mana, kami kini memperluas dukungan untuk perangkat berbasis ARM melalui rilis terbaru agen Forcepoint F1E. Perangkat berbasis ARM—yang menjadi tenaga penggerak smartphone, laptop, dan perangkat IoT—sedang berkembang pesat. Menurut Counterpoint Research, pangsa pasar ARM diperkirakan akan hampir dua kali lipat, mencapai 25% pada tahun 2027. Data terbaru dari Lenovo menunjukkan bahwa laptop berbasis ARM kini mencakup sekitar 30% dari total penjualan mereka, menandakan meningkatnya popularitas arsitektur ini. Bersama para pemimpin industri seperti Microsoft, kami mewujudkan dukungan ini. Kolaborasi kami dengan Microsoft, sebagaimana disorot dalam pengumuman terbaru Microsoft tentang ARM Advisory Service untuk pengembang, menegaskan komitmen bersama kami untuk memberdayakan para pengembang dan organisasi di dalam ekosistem ARM. Dengan peluncuran agen Forcepoint F1E, Forcepoint memperluas kemampuan DLP (Data Loss Prevention) kelas enterprise yang telah diakui industri ke perangkat Windows berbasis ARM. Dukungan ini melengkapi platform yang sudah ada sebelumnya, yaitu Windows berbasis Intel dan Apple Silicon berbasis ARM, seperti chip M1, M2, dan M3. Pendekatan ini memastikan bahwa organisasi dapat melindungi data sensitif di berbagai jenis perangkat, menjawab kebutuhan yang terus berkembang dari ekosistem komputasi modern. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Melindungi Data di Mana Saja dari Cloud dengan Forcepoint ONE Data Security
Hari ini kami memperkenalkan Forcepoint ONE Data Security, layanan cloud yang dikelola untuk perusahaan dalam melindungi penggunaan data sensitif secara konsisten — mulai dari aplikasi SaaS hingga perangkat endpoint, dan semua titik di antaranya. Forcepoint ONE Data Security menggabungkan teknologi keamanan data dan pencegahan kebocoran data (DLP) terkemuka yang telah lama menjadi andalan Forcepoint, semuanya dikelola melalui konsol cloud yang modern dan mudah digunakan. Layanan ini dirancang untuk membantu organisasi agar karyawan tetap produktif, bekerja dari mana saja dengan akses data yang tersebar di mana-mana, tanpa kerumitan dan biaya tinggi akibat penggunaan banyak produk serta kebijakan yang tumpang tindih. Pendekatan “Data Security Everywhere” Forcepoint ONE Data Security melengkapi solusi Forcepoint DSPM (Data Security Posture Management) yang baru-baru ini kami umumkan, guna memberikan perlindungan penuh terhadap informasi sepanjang siklus hidupnya dalam pendekatan yang kami sebut “Data Security Everywhere.” Solusi ini memperluas kemampuan klasifikasi berbasis AI dari DSPM, sehingga data sensitif dapat dikenali dengan cepat dan akurat, memungkinkan penerapan kebijakan yang tepat secara otomatis — baik itu di aplikasi cloud, web, perangkat endpoint, bahkan email. Mengapa Forcepoint ONE Data Security Layak Disebut “Enterprise-Grade” Di inti layanan ini terdapat salah satu mesin keamanan data paling kuat di industri, yang telah diandalkan oleh ribuan organisasi di seluruh dunia. Fitur utama meliputi: Layanan keamanan berbasis cloud (cloud-native security-as-a-service) dengan ketersediaan global Manajemen dan penegakan kebijakan keamanan data secara terpusat di berbagai kanal seperti aplikasi cloud, web, perangkat endpoint, dan email Pustaka bawaan berisi lebih dari 1.700 pengklasifikasi, templat, dan kebijakan untuk mempermudah kepatuhan terhadap standar industri dan peraturan wilayah Penerapan kebijakan yang cepat, hanya dalam hitungan detik Klasifikasi berbasis AI untuk mengenali data sensitif secara akurat dan meminimalkan kesalahan deteksi (false positives) Kontrol perangkat endpoint terintegrasi untuk pengaturan penggunaan data secara mendetail Laporan insiden hampir real-time lengkap dengan dasbor interaktif Perlindungan adaptif berbasis risiko (Risk-Adaptive Protection) yang otomatis memilih kebijakan terbaik berdasarkan profil risiko pengguna yang terus berubah Integrasi dengan gateway Security Service Edge (SSE) milik Forcepoint untuk inspeksi dan perlindungan inline, termasuk dukungan untuk perangkat BYOD tanpa agen (agentless) Penegakan kebijakan pada perangkat endpoint yang dikelola, bahkan saat tidak terhubung ke jaringan Pembaruan otomatis melalui udara (over-the-air) untuk agen pada perangkat endpoint Hasil Nyata bagi Bisnis dari Forcepoint ONE Data Security Forcepoint ONE Data Security membantu organisasi yang tersebar secara geografis dalam mentransformasi cara kerja mereka agar lebih tangguh di tengah dunia yang terus berubah: Meningkatkan produktivitas – Memungkinkan karyawan untuk bekerja dari mana saja secara aman dan efisien dengan data yang tersebar di mana-mana Mengurangi biaya – Penyatuan kebijakan keamanan data dari berbagai kanal dalam satu layanan cloud menghilangkan kebutuhan akan berbagai produk keamanan data yang terpisah, mengurangi biaya operasional hingga 31% menurut riset independen terbaru Mengurangi risiko – Kombinasi unik dari klasifikasi berbasis AI, penegakan kebijakan yang akurat, perlindungan adaptif berbasis risiko, dan dukungan untuk BYOD tanpa agen memberikan keamanan tingkat enterprise tanpa kompleksitas berlebihan Menyederhanakan kepatuhan – Dengan salah satu pustaka klasifikasi dan kebijakan prebuilt terlengkap di industri, solusi keamanan data dari Forcepoint memberikan visibilitas dan kontrol yang dapat diandalkan oleh Anda dan auditor Anda Dengan pendekatan ini, Forcepoint ONE Data Security menjadi solusi ideal bagi organisasi modern yang ingin mengamankan data di mana pun berada, tanpa menghambat produktivitas atau fleksibilitas kerja. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!
Apakah Organisasi Anda Siap untuk Penerapan Copilot untuk Microsoft 365?
Generative AI kini menjadi topik utama yang ada di benak semua orang — muncul dalam hampir setiap percakapan yang saya lakukan setiap hari. Suka atau tidak, AI generatif telah menjadi teknologi arus utama dan hampir pasti akan diintegrasikan ke dalam strategi teknologi organisasi dari berbagai ukuran dan sektor industri. Mengapa? Karena AI generatif menghadirkan peluang besar untuk meningkatkan produktivitas, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan keuntungan. Perusahaan teknologi terbesar di dunia berlomba menjadi pemimpin di bidang ini — termasuk Microsoft, yang dengan basis pelanggan globalnya, kini mulai memperkenalkan dan mendorong penerapan Copilot untuk Microsoft 365. Copilot: Asisten AI yang Terintegrasi Berbeda dengan alat AI generatif publik seperti Google Gemini atau ChatGPT, Copilot untuk Microsoft 365 terintegrasi langsung ke dalam aplikasi Microsoft Office dan memiliki akses ke data internal dan rahasia organisasi, yang sebelumnya tidak bisa dijangkau oleh alat seperti ChatGPT. Jika sebelumnya Forcepoint DLP mampu memantau dan mengontrol risiko kebocoran data melalui ChatGPT di web, maka melindungi penggunaan AI internal seperti Copilot adalah langkah keamanan logis berikutnya. Contoh Manfaat Copilot untuk Microsoft 365 (Ditunjukkan oleh Microsoft saat peluncuran): Copilot di Outlook menyusun email otomatis. Copilot di Excel menganalisis data untuk menemukan tren. Namun, meskipun manfaatnya besar, penggunaannya juga berpotensi menimbulkan risiko serius, seperti: Pegawai sales meminta data sensitif HR, misalnya informasi gaji tim, dan Copilot memberikan jawabannya. Di perusahaan publik, seseorang yang bukan bagian dari tim keuangan mengakses informasi kinerja keuangan perusahaan, yang bisa digunakan untuk insider trading atau memaksa perusahaan mengumumkan laporan keuangan lebih awal. Masalah Warisan Hak Akses di Microsoft 365 Kasus-kasus seperti ini menekankan pentingnya memiliki strategi tata kelola data dan kontrol keamanan sebelum menerapkan Copilot. Bahkan Microsoft sendiri mengingatkan pelanggan soal tantangan ini. Model keamanan Copilot berdasarkan hak akses pengguna Microsoft 365 yang sudah ada. Artinya, semua file, email, atau data Teams yang bisa diakses oleh seseorang, juga bisa digunakan oleh Copilot dalam merespons permintaan pengguna tersebut. Bagaimana Forcepoint Dapat Membantu Forcepoint hadir untuk membantu organisasi agar siap menjalankan Copilot dengan aman. Dengan kemampuan Data Security Posture Management (DSPM), Forcepoint terintegrasi erat dengan lingkungan Microsoft, termasuk: Azure AD Azure Blob & Azure Files OneDrive SharePoint Integrasi ini memberikan visibilitas menyeluruh terhadap: Izin Akses Klasifikasi & Pelabelan Data Potensi Kesalahan Konfigurasi Lokasi Penyimpanan Data Data Redundan, Usang, dan Tidak Relevan (ROT) Duplikasi Data Wawasan DSPM Forcepoint Memberikan Kejelasan terhadap Risiko Data Forcepoint DSPM mengumpulkan data ini dan menampilkannya dalam dashboard analitik real-time, memberikan gambaran risiko yang dihadapi saat ini dan membantu analis keamanan untuk menentukan prioritas dan tindakan yang tepat. Dalam konteks penerapan Copilot, izin akses dan klasifikasi data menjadi dua faktor risiko paling penting. Memiliki visibilitas penuh atas keduanya memungkinkan organisasi Anda untuk: Mengelola risiko secara proaktif Menguji konfigurasi sebelum penerapan Mengurangi kemungkinan insiden keamanan Kesimpulan Penerapan Copilot membawa manfaat luar biasa, namun harus dibarengi dengan kesiapan keamanan yang matang. Dengan Forcepoint DSPM, organisasi Anda dapat memastikan implementasi Copilot yang aman dan lancar, memaksimalkan produktivitas tanpa mengorbankan keamanan data. Infrastruktur IT yang kuat adalah kunci produktivitas perusahaan. Dengan forcepoint indonesia, Anda bisa mendapatkan solusi IT lengkap yang sesuai dengan kebutuhan Anda. iLogo Indonesia sebagai mitra terpercaya siap mengintegrasikan semuanya agar bisnis Anda tetap berjalan lancar dan aman. Hubungi kami sekarang atau kunjungi forcepoint.ilogoindonesia.id untuk informasi lebih lanjut!